Ekumenisme adalah gerakan untuk memulihkan kesatuan di antara gereja-gereja kristen. Hambatan terbesar dalam gerakan ini ialah kuatnya identitas masingmasing tradisi gereja. Identitas itu terungkap lewat dogma maupun ajaran gereja, singkatnya lewat bahasa. Melalui pemikiran Jacques Derrida, artikel ini mengupas secara tajam problem kebahasaan yang membentuk identitas itu serta konsekuensinya bagi ekumenisme. Sebuah teologi ekumenis bukan sekedar refleksi teologis atas gerakan ekumenisme, tapi juga mencarikan solusi atas kebuntuan ekumenisme. Solusi itulah yang ditawarkan artikel ini lewat terang pemikiran Derrida.
Copyrights © 2005