Artikel ini memiliki nuansa “eulogia”. Tetapi, bukan kata-kata yang mengharukan yang diajukan. Melainkan, sebuah refleksi kritis atas peradaban manusia yang didominasi oleh fenomen “11 September”, sebuah fenomen dehumanisasi. Peristiwa 11 September merupakan peristiwa beruntun runtuhnya bangunan-bangunan World Trade Center di New York, Pentagon, dan pembajakan pesawat oleh para teroris. Tulisan ini menyimak peristiwa itu dalam suatu cara pandang filosofis yang mengatasi fakta runtuhnya aneka bangunan plus sekalian dengan korban manusia yang tak terbilang jumlahnya. Tulisan ini memandang peristiwa itu sebagai suatu deklarasi “dehumanisasi.” Maka, pertanyaan dasarnya ialah quid sit homo? Siapakah manusia? Refleksi tentang manusia juga dapat dilansir dari terminologi “perang”. Manusia ternyata bukan hanya cinta damai, melainkan juga “self-destructive”. Diperlukan kesadaran-kesadaran yang humanis dari keterpurukan hidup manusia sendiri.
Copyrights © 2002