Seni Gong Kebyar tidak hanya berkembang di Bali, melainkan sudah merambah kemanca negara dan disebagiam wilayah nusantara tak terkecuali Lombok. Bentuk pementasannya yang unik berbeda dengan Bali menjadi bahan kajian menarik diteliti. Adapun tujuan ingin memahami proses profanisasi Gong Kebyar di Lombok. Tuntutan jaman mengharuskan strategi baru dalam berkesenian,khususnya bagi sekeha gong kebyar agar tetap exsis, menjadikan potensi Ketanggep sebagai sebuah peluang cukup menjanjikan dalam memperoleh penghasilan, walaupun terkadang mengabaikan tradisi ngayah atau konsep Yadnya yaitu korban suci yang dilakukan secara tulus ikhlas tanpa pamrih berlandaskan nilai sastra agama Hindu, sekaligus menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini, beberapa masalah dapat dirumuskan: 1) Bagaimanakah proses Gong Kebyar dalam mengiringi Upacara agama Hindu di Lombok?.2) Mengapa pementasan menjadi komersial?. Adapun tujuan ingin memahami proses profanisasi Gong Kebyar di Lombok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menganalisis permasalahannya dengan menggunakan Teori Komodifikasi yaitu bermakna sebagai apapun yang diproduksi dan untuk diperjual belikan,tidak ada nilai guna murni yang dihasilkan, namun hanya nilai jual, diperjualbelikan bukan digunakan. Komodifikasi menggambarkan proses dimana sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis diberi nilai dan karenanya bagaimana nilai pasar dapat menggantikan nilai - nilai sosial lainnya. Hasil dari penelitian ini bahwa tradisi ketanggep merupakan salah satu budaya sangat umum atau popular dikenal oleh masyarakat Lombok disebagian pementasan Gong Kebyar dengan sistem imbalan uang perhari mengiringi upacara adat keagamaan Hindu.
Copyrights © 2020