Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketanggep Sebuah Tradisi Pentas Gong Kebyar Dilombok Supartha, Ketut
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 6 No 1 (2020): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni Gong Kebyar tidak hanya berkembang di Bali, melainkan sudah merambah kemanca negara dan disebagiam wilayah nusantara tak terkecuali Lombok. Bentuk pementasannya yang unik berbeda dengan Bali menjadi bahan kajian menarik diteliti. Adapun tujuan ingin memahami proses profanisasi Gong Kebyar di Lombok. Tuntutan jaman mengharuskan strategi baru dalam berkesenian,khususnya bagi sekeha gong kebyar agar tetap exsis, menjadikan potensi Ketanggep sebagai sebuah peluang cukup menjanjikan dalam memperoleh penghasilan, walaupun terkadang mengabaikan tradisi ngayah atau konsep Yadnya yaitu korban suci yang dilakukan secara tulus ikhlas tanpa pamrih berlandaskan nilai sastra agama Hindu, sekaligus menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini, beberapa masalah dapat dirumuskan: 1) Bagaimanakah proses Gong Kebyar dalam mengiringi Upacara agama Hindu di Lombok?.2) Mengapa pementasan menjadi komersial?. Adapun tujuan ingin memahami proses profanisasi Gong Kebyar di Lombok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menganalisis permasalahannya dengan menggunakan Teori Komodifikasi yaitu bermakna sebagai apapun yang diproduksi dan untuk diperjual belikan,tidak ada nilai guna murni yang dihasilkan, namun hanya nilai jual, diperjualbelikan bukan digunakan. Komodifikasi menggambarkan proses dimana sesuatu yang tidak memiliki nilai ekonomis diberi nilai dan karenanya bagaimana nilai pasar dapat menggantikan nilai - nilai sosial lainnya. Hasil dari penelitian ini bahwa tradisi ketanggep merupakan salah satu budaya sangat umum atau popular dikenal oleh masyarakat Lombok disebagian pementasan Gong Kebyar dengan sistem imbalan uang perhari mengiringi upacara adat keagamaan Hindu.
Penguatan Kapasitas Guru PAUD dalam Implementasi Seni dan Budaya Hindu Wiasti, Ni Komang; Supartha, Ketut; Sumari, Made; Armayani, Ni Made Ria Taurisia
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.35169

Abstract

Abstract:  This community service program aims to improve the capacity of Hindu early childhood teachers in West Nusa Tenggara to integrate Hindu arts and culture into early childhood education. The Pk Mini activity was motivated by teachers' low understanding of authentic Hindu arts and culture, limited integration skills, and the absence of a collaboration network. The activity was carried out through workshops and practice in dance, dharmagita, upakara, and Hindu-based storytelling with a participatory and educational approach for 30 teachers from various districts. The results of this PkM activity showed an increase in teachers' skills and the establishment of a collaboration network. This PkM program contributes to the preservation of Hindu culture, the strengthening of children's character, and the implementation of policies based on local wisdom. Recommendations for development include expanding the scope of participants to include teachers of early childhood education from different religions in order to strengthen social harmony, as well as ongoing assistance to support the design of an integrative thematic curriculum.Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD Hindu di Nusa Tenggara Barat dalam mengintegrasikan seni budaya Hindu ke dalam pembelajaran anak usia dini. Kegiatan Pk Mini Dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman guru terhadap seni budaya Hindu autentik, terbatasnya keterampilan integrasi, serta belum adanya jejaring kolaborasi, kegiatan dilaksanakan melalui workshop dan praktik tari, dharmagita, upakara, dan storytelling berbasis budaya Hindu dengan pendekatan partisipatif dan edukatif terhadap 30 guru dari berbagai kabupaten. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan peningkatan keterampilan guru, terbangunnya jejaring kolaborasi. Program PkM ini berkontribusi pada pelestarian budaya Hindu, penguatan karakter anak, dan implementasi kebijakan berbasis kearifan lokal. Rekomendasi pengembangan mencakup perluasan cakupan peserta ke guru PAUD lintas agama guna memperkuat harmoni sosial, serta pendampingan berkelanjutan untuk mendukung perancangan kurikulum tematik integratif.