Bystanderadalah fenomena sosial dimana semakin besar jumlah orang yang ada di sebuah tempat kejadian, akan semakin kecil kemungkinan orang-orang tersebut membantu seseorang yang sedang berada dalam situasi darurat di tempat kejadian itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bystander warga pinggiran sungai yang menghadapi situasi perilaku membuang sampah sembarangan di sungai dan sekitarnya. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam serta teknik observasi non partisipan yang dilakukan pada 2 orang subjek. Hasil penelitian adalah subjek satu memiliki perilaku bystander karena merasa perilaku menjaga lingkungan adalah tanggungjawab pemerintah dan semua warga, sedangkan subjek dua tidak memiliki bystander karena kepedulian murni muncul dari dalam kemudian wujud peduli yaitu dengan menegur orang yang membuang sampah sembarangan di sungai.
Copyrights © 2018