cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 210 Documents
Psychological capital dan faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi pada komunitas usaha batik Muhammad Nur Syuhada
Jurnal Ecopsy Vol 7, No 1 (2020): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.626 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v7i1.8416

Abstract

Kemiskinan tidak hanya bisa dilihat dari kacamata ekonomi, melainkan pemahaman faktor psikologis juga sangat diperlukan. Keberadaan Posdaya migunani yang terletak di Dusun Plalangan, Pondowoharjo, Sleman Yogyakarta, sejak beberapa tahun terakhir ini terbukti telah berhasil memberdayakan warga sekitarnya dan mengentaskan kemiskinan. Salah satunya adalah melalui program pemberdayaan perempuan dengan pembentukan Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga di dusun tersebut. Hal yang menarik untuk dikaji dari Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi tersebut adalah bagaimana psychological capital pada anggota komunitas usaha tersebut. Selain itu perlunya juga memahami bagaimana program pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Batik Ayu Arimbi tersebut dapat berhasil secara organisasi komunitas hingga mampu memberikan penghasilan bagi para anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria ; 1) anggota Batik Ayu Arimbi, 2) masa bergabung komunitas minimal 3 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur yang dipandu oleh panduan wawancara. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengungkapkan bagaimana psychological capital dan faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Usaha Batik. Dan penelitian ini diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat khasanah pengetahuan dan memberikan sumbangsih masukan pada program pemberdayaan pengetasan kemiskinan baik itu dari pemerintah ataupun organisasi masyarakat.
Hubungan perilaku asertif dengan penyesuaian diri pada siswa tahun pertama di SMP Muhammad Adi Setia Azhari; Marina Dwi Mayangsari; Neka Erlyani
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 1 (2015): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.902 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i1.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku asertif dengan penyesuaian diri pada siswa tahun pertama di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara perilaku asertif dengan penyesuaian diri. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswi tahun pertama (kelas VII) SMP Negeri 1 Banjarmasin berjumlah 99 orang yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala yang terdiri dari skala perilaku asertif dan skala penyesuaian diri. Berdasarkan uji korelasi product moment Pearsondiperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan r = 0,627 yang berarti ada hubungan positif antara perilaku asertif dengan penyesuaian diri. Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara perilaku asertif dengan penyesuaian diri, sehingga semakin tinggi perilaku asertif maka semakin tinggi pula penyesuaian diri pada siswa tahun pertama di SMP Negeri 1 Banjarmasin. 
Efektivitas pendampingan psikologi dengan metode appreciative inquiry untuk meningkatkan kepercayaan diri Duwi Nur Hafifah; Silvia Kristanti Tri Febriana; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 3 (2015): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.939 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i3.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pendampingan psikologi dengan metode appreciative inquiry untuk meningkatkan kepercayaan diri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah narapidana wanitan di Lapas Klas II A Anak Martapura sebanyak 22 orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling, kemudian dilakukan randomisasi sehingga diraih 11 orang pada kelompok eksperimen dan 11 orang pada kelompok kontrol. Instrument yang digunakan adalah Skala Kepercayaan Diri, Checklist Kepercayaan Diri dan Modul Appreciative Inquiry. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai kepercayaan diri pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol sebesar 2,092, yang berarti pendampingan psikologi dengan metode appreciative inquiry dapat meningkatkan kepercayaan diri narapidana wanita di Lapas Klas II A Anak Martapura. Kata kunci: Pendampingan Psikologi, Appreciative Inquiry, Kepercayaan Diri  The purpose of this study was to find out the effectiveness of psychological assistance with appreciative inquiry method to increase self-confidence, The method was an experimental study with pretest-posttest control group design. Subjects were 22 female inmates for drug cases in the Martapura Children’s Penitentiary Class II-A, divided into two groups of 11 persons in experimental group and the other 11 in control group. The instruments were self-confidence scale, self-confidence checklist and appreciative inquiry module. It showed that there was difference in the average value of the self-confidence between the experimental group and the control group, which meant that the psychological assistance with appreciative inquiry method was effective to increase self-confidence in female inmates in the Martapura Children’s Penitentiary Class II-A.  Keywords: Psychological Assistance, Self-Confidence, Appreciative Inquiry
Hubungan kepercayaan diri dengan konformitas pada remaja Bismy Hafizha Mayara; Emma Yuniarrahmah; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 2 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.554 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i2.2652

Abstract

 ABSTRAKKepercayaan diri memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi konformitas. Adanya kepercayaan diri dalam diri seseorang membuatnya tidak mudah terpengaruh oleh orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan konformitas pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 196 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala kepercayaan diri dan skala konformitas. Berdasarkan hasil korelasi pearson product moment diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan konformitas pada remaja. Kata Kunci: kepercayaan diri, konformitas, remaja ABSTRACT  Self-confidence has a relevant influence in conformity. Self-confidence in a person will make the person not easily influenced by others. The purpose of this study was to find out the relationship between self-confidence and conformity in adolescents. The method used in the study were quantitative reasearch method. The subjects were 196 eighth grade students of SMPNegeri 1 Banjarmasin, and the instruments used in the study were the scales of self-confidence and conformity. The results of pearson product moment correlation indicated that there was a significant relationship between self-confidence and conformity in adolescents. Keywords: self-confidence, conformity, adolescents 
Terapi modifikasi perilaku untuk penanganan hiperaktif pada anak retardasi mental ringan Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 1 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.503 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i1.3414

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) faktor-faktor apakah yang menyebabkan hiperaktif anak pada anak retardasi mental ringan? (2) Intervensi apakah yang tepat untuk anak yang mengalami hiperaktif pada anak retardasi metal ringan?. Subyek dalam kasus ini bernama D, anak laki-laki berusia 12 tahun 3 bulan. D sekolah di SLB Bagian C. Berdasarkan hasil tes psikologi, kapasitas intelektual D tergolong kurang dan masuk dalam kategori mild mentally retarded (IQ=52, Stanford Binet), sedangkan berdasarkan hasil asessmen observasi, wawancara dan tes psikologi (tes Binet, Grafis, VSMS) menunjukkan adanya keterlambatan dalam bicara dan berjalan, hambatan dalam berperilaku yaitu perilaku D sangat aktif terutama dalam keadaan situasional seperti di sekolah khususnya di kelas dan sulit berkonsentrasi (mudah teralihkan perhatian oleh stimulus lain). Penyelesaian masalah ini adalah menggunakan modifikasi perilaku dengan menggunakan token ekonomi, untuk di sekolah bekerjasama dengan guru wali kelas D, reinforcement positif dan modelling untuk di rumah yang hasilnya ada sedikit pengurangan pada perilaku hiperaktif, D lebih mampu untuk memusatkan perhatian pada sesuatu yang sedang dilakukan dan lebih mampu untuk mengontrol perilakunya, serta D telah mampu melakukan keterampilan-keterampilan sederhana yang bermanfaat sehingga membantu D dalam aktivitas sehari-hari.Kata Kunci: Retardasi Mental, Token Ekonomi, Modifikasi Perilaku The purpose of this study (1) How factors that cause child hyperactivity in children mild mental retardation? (2) How appropriate interventions for children who have hyperactivity in children light metal retardation ?. The subjects a child aged 12 years and 3 months. Based on the results of psychological tests, subjects classified as less intellectual capacity and in the category mild mentally retarded (IQ = 52, Stanford Binet), while based on the results of asessmen observation, interviews and psychological tests (Binet test, Graphics, VSMS ) indicate a delay in speech and walk, obstacles in the act that is the behavior of the subjects are very active, especially in the situational circumstances such as in schools, especially in the classroom and difficulty concentrating (easily distracted attention by other stimulus). Completion of this problem is to use behavior modification using a token economy, positive reinforcement and modeling for the home which result there was a small reduction in hyperactive behavior. Keywords: mental retardation, token economy, behavior modification
Tahapan pembentukan karakter anak melalui budaya kasauran karuhun (nasehat leluhur) Siti Nurfitria; Khotimah Khotimah
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.469 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4291

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tahapan pembentukan karakter melalui kasauran karuhun (nasehat leluhur) pada masyarakat Kampung Adat Dukuh Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang masyarakat asli kampung adat dukuh yang ditentukan berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan data reduction,data display, dan verification. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa nilai pembentuk karakter yang diterapkan oleh masyarakat Kampung Adat Dukuh berpedoman pada ajaran leluhur yakni pada syari’at Islam. Proses pembentukannya meliputi tahap pengenalan yaitu warga Dukuh diarahkan perilakunya oleh orang tua dengan contoh perilaku yang baik dan nasehat melalui bahasa siloka (simbolik). Tahap Pemahaman yaitu warga Dukuh memahami bahwa perilaku yang diajarkan oleh orang tua merupakan hal yang baik untuk di lakukan karena hal tersebut dapat membentengi dirinya dari tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran leluhur. Tahap Penerapan yaitu warga Dukuh menjalankan perilaku yang sesuai dengan ajaran kasaura karuhun dengan sukarela tanpa perintah dari orang tua semenjak usia 12 tahun.Tahap Pembiasaan yaitu warga Dukuh terbiasa dan konsisten dalam menjalankan perilaku kasauran karuhun walaupun di hadapkan dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan lingkungannya semenjak usia 16 tahun. Tahap Pembudayaan yaitu menyebarluaskan ajaran kasauran karuhun kepada anak-anaknya. Tahap Internalisasi yaitu warga Dukuh yakin bahwa ajaran kasauran karuhun itu merupakan hal yang benar untuk dilakukan karena ajaran tersebut sesuai dengan ajaran Islam dan percaya terhadap “Uga”.Kata kunci : Pembentukan Karakter Anak, Kasauran Karuhun, Masyarakat Kampung Adat DukuhABSTRACTThis study aims to know how the portrayal of the phase in shaping children character building through Kasauran Karuhun (Ancestor’s Advice) in Dukuh traditional villagers Cikelet sub-district, Garut district. This study uses qualitative descriptive as the method through case study approach toward three sample indigenous people of Dukuh traditional villagers, which determined based on purposive sampling. The technique of collecting the data uses data reduction, data display, and verification. The results of this study give the portrayal that the value of character building which applied by Dukuh villagers is their ancestor’s education that is syari’at Islam. The process of character building overwhelm introduction phase. This first phase, Dukuh villager is guided by their parents through giving a good behavior values and advices through siloka language (symbolic). Understanding phase is Dukuh villagers understand that good behavior values that taught by their parents is a good thing to do, because that good behavior can protect themselves from unproper behavior related to ancestor’s education. Implementing phase is the phase in which Dukuh villagers willingly perform behavior that fit into kasauran karuhun education without their parents’ instruction since twelve years old. Habit phase is Dukuh villagers used to and consistent in performing the behavior of kasauran karuhun even though they met a different situation and condition from their environment since sixteen years old. Civilizing phase is distributing the education of kasauran karuhun to their children. The last phase is internalization phase. In this phase, Dukuh villagers confident that the education of kasauran karuhun is the right thing to do, because this education is suitable for Islam education and believe to “Uga”. Keywords: children character building, Kasauran Karuhun, Dukuh villagers 
PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN Shinta Renanda
Jurnal Ecopsy Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.498 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v5i2.4505

Abstract

Penelitian ini untuk menguji perbedaan kematangan sosial anak playgroup dan anak TK ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Subjek penelitian adalah 48 siswa di RA Syarif Hidayatullah Batu dimana sampel yang diambil adalah 30 anak playgroup dan 18 anak TK. Data  dikumpulkan melalui angket kematangan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan menggunakan anova dua jalur (two ways anova) . Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh  dan pengumpulan datan menggunakan skala likert, dengan program SPSS versi 20,0. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan kematangan sosial anak playgroup dan anak TK sebesar P (0,00 < 0.05) dan ada perbedaan kematangan sosial anak dilihat dari jenis kelamin laki–laki dan perempuan sebesar P (0,030  < 0.05) .
Motivasi berprestasi mahasiswa ditinjau dari penerimaan orangtua Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 1 (2013): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.598 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i1.480

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah  penerimaan orangtua memiliki peranan terhadap motivasi berprestasi pada mahasiswa. Subyek penelitian adalah 97 orang mahasiswa PS.Psikologi Fakultas Kedokteran Unlam. Instrumen penelitian menggunakan Skala Motivasi Berprestasi dan Skala Penerimaan Orangtua. Hasil penelitian melalui analisis regresi linier diketahui bahwa penerimaan orangtua memiliki  peranan secara signifikan terhadap motivasi berprestasi pada mahasiswa, dimana setiap peningkatan 1 poin penerimaan orang tua akan meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,664 poin. Sebanyak 42,3% mahasiswa memiliki motivasi berprestasi pada kategori sedang dengan 41,3% tingkat penerimaan orangtuanya juga berada pada kategori yang sama. Besarnya peranan penerimaan orangtua terhadap motivasi berprestasi mahasiswa memiliki sumbangan efektif sebesar 17,2%, sedangkan 82,8% lainnya kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi mahasiswa jika ditinjau dari penerimaan orangtua ternyata memiliki peranan yang signifikan, sehingga makin besar peran penerimaan orangtua maka akan makin tinggi pula tingkat motivasi berprestasi pada mahasiswa.This study aim to determine the impact of  parents acceptance to achievement motivation in students. Subjects were 97 students in Psychology Department, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University. Measuring instruments used in this study are Achievement Motivation Scale and Parents Acceptance Scale. The results obtained through linear regression shown that the parental acceptance have significant impact to achievement motivation in student, which is every 1 point increase in parental acceptance will increase student achievement motivation by 0,664 points. I’ts known that 42,3% of students had achievement motivation rate  in middle category with 4,3% parents acceptance rate also are in the same category . The effective contribution parents acceptance toward achievement motivation by 17,2%, while 82,8% are influenced by other factors wich’s not examined in this study. It can be concluded that  student achievement motivation viewed from parents acceptance have a significant impact, so that the greater acceptance of the parents it will be higher the level of achievement motivation in students . 
Disonansi kognitif pada perempuan pecandu pornografi Rendy Alfiannoor Achmad; Ayunia Firdayati
Jurnal Ecopsy Vol 6, No 1 (2019): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.407 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v6i1.6028

Abstract

Based on a Google Trends survey, Indonesia is ranked as the world's top 10 consuming pornographic material for the types of keywords that are related to sex, and an average of 20% of all categories are conducted by student-aged adolescents. This study aims to describe how cognitive dissonance is experienced by women who are addicted to pornography. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Data was collected by observation and interview, the subject of the study was a woman who had been exposed to pornography since sitting in elementary school. The results of the study  explained that the source of the occurrence of cognitive dissonance of the subject was due to a discrepancy between the subject's beliefs and assessment of the new environment towards the subject's habit of watching pornographic videos. Cognitive dissonance experienced by women who are addicted to pornography is the emergence of feelings of anxiety, feelings of guilt, sin, feelings of fear are considered 'disgusting', and also feel their behavior is only a waste of time.
Perbedaan regulasi diri dalam belajar pada siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Banjarmasin Kharisma Adipura; Emma Yuniarrahmah; Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 3 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.522 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i3.497

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian komparasi yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan regulasi diri dalam belajar berdasarkan perbedaan kelas dan jenis kelamin. Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banjarmasin dan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Banjarmasin yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala regulasi diri dalam belajar. Hasil analisis data menggunakan Anava dua jalur menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan regulasi diri dalam belajar pada siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler dan juga tidak ada perbedaan regulasi diri dalam belajar siswa berdasarkan jenis kelamin. 

Page 1 of 21 | Total Record : 210