Berdasarkan keberadaan sarana dan prasarana sumber daya air, dari 197 DAS pada WS Lombok, terdapat 36 DAS Utilitas yang tersebar merata di WS Lombok. Namun demikian, permasalahan yang ada adalah kondisi ketersediaan air pada DAS. Ada DAS yang memiliki ketersediaan air yang tinggi dan ada pula DAS yang memiliki ketersediaan air yang rendah. Kondisi demikian menyebabkan terjadinya ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan air, khususnya kebutuhan air irigasi. Ketimpangan pemenuhan kebutuhan air ini mengakibatkan perbedaan tingkat produksi pertanian yang cukup tinggi antara DAS dengan ketersediaan air rendah dan DAS dengan ketersediaan air tinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan optimasi dalam pemenuhan kebutuhan air, yaitu dengan cara mentransfer air dari DAS dengan ketersediaan air tinggi ke DAS dengan ketersediaan air rendah. Salah satu langkah awal untuk melakukan optimasi tersebut adalah dengan cara merencanakan pola tata tanam global. Optimasi dilakukan menggunakan fasilitas Visual Basic Application (VBA) pada Microsoft Excel dan Program ArcMap berdasarkan parameter-parameter: luas tanam, jenis tanam, awal tanam, intensitas tanam dan defisit terkecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (i) luas tanam optimal adalah 8541 ha, (ii) awal tanam optimal yaitu Oktober I, November I, dan Januari I, (iii) jenis tanam optimal adalah padi dan palawija, dan (iv) intensitas tanam optimal secara keseluruhan yaitu 268%.
Copyrights © 2017