Wawasan plural adalah wawasan yang menerima perbedaanatau kemajemukkan maka untuk itu, diperlukan wawasan tentang kearifan budaya. Suatu perbedaan cara pandang atau perspektifk eagamaan, apalagi jika terjadi perbedaan dalam cara pandang terhadap kebudayaan harus disikapi secara arif tidak langsung menghukumi hitam putih, halal-haram atau sunnah-bid’ah dan. Sebagainya. Disini sekali lagi diperlukan suatu kearifan budaya dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan risalah. Wawasan atau perspektif keagamaan yang plural dan kearifan budaya ini juga yang tampaknya dikembangkan oleh generasi awal Muhammadiyah dan menjadi kunci sukses dalam mengembangkan misi dakwah amar makruf nahy munkar. Beberapa penelitian membuktikan bahwa etos pluralitas dan kearifan budayamerupakan visi atau ide dasar pemikiran kyai Ahmad Dahlan.Pandangan kyai Ahmad Dahlan lebih bersifat relativis-pluralis yang menjadikannya bersipat terbuka, kritis kreatif dan menvcarikebenaran. Dalam tulisan ini menunjukkan bahwa wawasan pluraladalah wawasan yang menerima perbedaan atau kemajemukkan maka untuk itu, diperlukan wawasan tentang kearifan budaya. Suatu perbedaan cara pandang atau perspektif keagamaan, apalagi jikaterjadi perbedaan dalam cara pandang terhadap kebudayaan harus disikapi secara arif tidak langsung menghukumi hitam putih, halal haram atau sunnah-bid’ah dan sebagainya. Disini sekali lagi diperlukan suatu kearifan budaya dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan risalah. Wawasan atau perspektif keagamaan yang plural dankearifan budaya ini juga yang tampaknya dikembangkan oleh generasi awal Muhammadiyah dan menjadi kunci sukses dalam mengembangkan misi dakwah amar makruf nahy munkarnya.
Copyrights © 2008