Bahasa secara pragmatik memiliki tingkatan emosi. Keberkaitan antara tuturan bahasa dengan tingkat emosi penutur lebih dikarenakan oleh kebutuhan penutur dalam menguatkan maksud tertentu yang ingin disampaikan serta situasi tindak tutur. Menjadi menarik jika hal tersebut diteliti, terutama pada tindak tutur masyarakat di Pasar Desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini mengkaji semua tuturan emosi dalam Bahasa Indonesia yang digunakan oleh para penutur tuturan emosi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Tehnik pengumpulan data adalah tehnik simak dan tehnik catat. Tehnik analisis data adalah deskriptif kualitatif dan kategorisasi. Hasil penelitian: (1) Terdapat 16 pernyataan, 2 perintah, dan 2 pertanyaan dalam tindak tutur lokusi; (2) tindak tutur ilokusi terkejut 2 kali, kesal 7 kali, kecewa 2 kali, gugup 1 kali, terkejut dan marah 1 kali, kecewa dan kesal 1kali, kesal dan kecewa 2 kali, kesal dan marah 2 kali, kesal dan gugup 1 kali, kesal dan malu 1 kali; (3) Tindak tutur perlokusi dengan efek positif 11 kali, efek negatif 7 kali, dan efek netral 2 kali. (4) Faktor- faktor yang mempengaruhi penggunaan tuturan emosional adalah faktor psikologis, sosial, dan pendidikan. Kata Kunci: Tuturan emosional, Kajian Pragmatis
Copyrights © 2011