Daun sirih yang sering dijumpai di pekarangan dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari beterfenol yang merupakan isomer euganol allylpyrocatechine, cineol metil euganol, caryophyllen, karikol, kavibekol, estragol, dan terpinen. Dalam penelitian ini dilakukan uji ekstrak daun sirih untuk mengetahui nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bakterisidal Minimum) terbaik menggunakan bakteri B.subtilis dan E.coli yang telah diuji sensitivitasnya terhadap antibiotik kloramfenikol, vankomisin, dan siprofolksasin. Metode yang digunakan adalah dilusi dan difusi. Metode dilusi digunakan untuk mengukur KHM dan KBM, sedangkan metode difusi digunakan untuk menentukan sensitivitas bakteri uji terhadap antibiotik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KHM dan KBM terbaik yang diperoleh dari ekstrak daun sirih secara berurutan yaitu 6.25% dan 50%. Sensitivitas bakteri uji B.subtilis dan E.coli yang digunakan terhadap antibiotik kloramfenikol, vankomisin, dan siprofloksasin adalah suseptibel atau rentan.Kata-kata kunci: daun sirih, KHM, KBM, sensitivitas bakteri.
Copyrights © 2019