This Author published in this journals
All Journal Sainteks
Yolla Arinda Nur Fitriana
Teknologi Pangan – Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Anti Bakteri Daun Sirih: Uji Ekstrak KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bakterisidal Minimum) Yolla Arinda Nur Fitriana; Vita Arfiana Nurul Fatimah; Ardhista Shabrina Fitri
Sainteks Vol 16, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i2.7126

Abstract

Daun sirih yang sering dijumpai di pekarangan dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung 4,2% minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari beterfenol yang merupakan isomer euganol allylpyrocatechine, cineol metil euganol, caryophyllen, karikol, kavibekol, estragol, dan terpinen. Dalam penelitian ini dilakukan uji ekstrak daun sirih untuk mengetahui nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bakterisidal  Minimum) terbaik menggunakan bakteri B.subtilis dan E.coli yang telah diuji sensitivitasnya terhadap antibiotik kloramfenikol, vankomisin, dan siprofolksasin. Metode yang digunakan adalah dilusi dan difusi. Metode dilusi digunakan untuk mengukur KHM  dan KBM, sedangkan metode difusi digunakan untuk menentukan sensitivitas bakteri uji terhadap antibiotik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa KHM dan KBM terbaik yang diperoleh dari ekstrak daun sirih secara berurutan yaitu 6.25% dan 50%. Sensitivitas bakteri uji B.subtilis dan E.coli yang digunakan terhadap antibiotik kloramfenikol, vankomisin, dan siprofloksasin adalah suseptibel atau rentan.Kata-kata kunci: daun sirih, KHM, KBM, sensitivitas bakteri.
Analisis Angka Asam pada Minyak Goreng dan Minyak Zaitun Ardhista Shabrina Fitri; Yolla Arinda Nur Fitriana
Sainteks Vol 16, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i2.7128

Abstract

Minyak merupakan salah satu zat makanan yang penting sebagai sumber energi bagi kebutuhan tubuh manusia. Minyak nabati mengandung asam lemak tak jenuh dan beberapa asam lemak esensial seperti asam oleat, linoleat, dan linolenat. Jenis minyak yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah minyak goreng (minyak kelapa) dan minyak zaitun. Untuk menjaga kadar gizi sebagai bahan makanan, minyak goreng dan minyak zaitun perlu diketahui kandungan asam lemak dalam hal ini ditunjukkan dengan bilangan asam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa angka asam yang didapatkan dari sampel minyak goreng adalah 0.647, sedangkan dari sampel olive oil didapatkan angka sebesar 3.194. Dari perhitungan tersebut, dapat dinyatakan bahwa bilangan asam olive oil melebihi ambang batas bilangan asam berdasarkan SNI-3741-2013 tentang standar mutu minyak goreng yaitu maksimal sebesar 0.6 mg KOH/gram, sedangkan minyak goreng sesuai dengan ambang batas bilangan asam. Kata-kata kunci: minyak goreng, minyak zaitun, angka asam, ambang batas.