Sainteks
Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS

Pengaruh Antara Inkontinensia Urin Terhadap Tingkat Depresi Wanita Lanjut Usia Di Panti Wredha Catur Nugroho Kaliori Banyumas

Dian Kurniasari (PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO)
Retno Soesilowati (PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2017

Abstract

Kejadian masalah pada lansia dari tahun ketahun semakin meningkat, hal ini dikarenakan proses menua yang dialami seseorang. Proses menua tersebut mempengaruhi beberapa faktor perubahan pada lansia salah satunya masalah fungsi berkemih seperti inkontinensia urin. Inkontinensia urin sebagai keluarnya urin yang dapat mengakibatkan masalah medis, psikososial, maupun higiene. Inkontinensia urin lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Wanita dengan usia >50 tahun paling mungkin mengalami kelainan ini. Dampak sosial dari Inkontinensia urin meliputi hilangnya kepercayaan diri, menghindar dari pergaulan sosial dan depresi. Depresi merupakan masalah psikososial yang sering ditemukan pada wanita usia lanjut dengan Inkontinensia urin.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inkontinensia urin terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode non eksperimen dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, jumlah sampel sebanyak 73 lansia, instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri atas kuesioner diagnosa inkontinensia urin skala SSI (Sandvix Severity Index) untuk menilai tingkat inkontinensia urin, skala L-MMPI (Skala Lie Minnesota Multiphasik Personality) untuk menilai kejujuran dari jawaban yang diberikan oleh subjek penelitian dan terakhir adalah skala HRSD untuk menilai derajat depresi. Analisa bivariate menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh lansia yang mengalami inkontinensia urin tingkat ringan sebanyak 30 orang (41.1%), disusul tingkat sedang 26 orang (35.61%) dan terakhir tingkat berat 17 orang (23.29%). Dan diperoleh lansia yang yang tidak terjadi depresi sebanyak 18 responden (24,66%), depresi ringan sebanyak 21 responden (28,77%), depresi sedang sebesar 25 responden (34.25%), dan depresi berat sebanyak 9 responden (12,33%). Hasil uji bivariate membuktikan bahwa inkontinensia urin berpengaruh terhadap tingkat depresi pada wanita usia lanjut dengan nilai Z lebih besar dari Z0,975 (5,235 > 1,96). Dari hasil ini diketahui bahwa baik Inkontinensia urin maupun derajat depresi keduanya memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci : inkontinensia urin, depresi, usia lanjut

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

sainteks

Publisher

Subject

Computer Science & IT Mechanical Engineering Medicine & Pharmacology

Description

Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para ...