Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Hingga saat ini jumlah penduduk Indonesia masih cukup tinggi dengan pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun.Hal ini dapat berdampak terhadap pembangunan sehingga perlu kebijakan untuk membatasinya.Upaya pembatasan ini dilakukan melalui program yang disebut Keluarga Berencana dengan metode kontrasepsi.Saat ini tersedia berbagai macam metode kontrasepsi sehingga calon akseptor harus mengetahui kelebihan, kekurang, efektivitas dan efisiensi setiap metode.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan mengenai program KB terhadap kemantapan pemilihan alat kontrasepsi di RSIA Aprillia Cilacap. Metode Penelitian adalah after only with control design.Populasi dalam penelitian ini adalah aseptor KB dengan responden sampel 80 terbagi dua kelompok yaitu 40 diberi konseling dan 40 tidak diberi konseling diambil dengan proportional cluster random sampling.Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kemantapan pemilihan kontrasepsi. Data dianalisis dengan uji T 2 sampel bebas (Two independent sample T-Test). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada perbedaan pengetahuan antara kelompok diberi konseling dengan tidak diberi konseling dengan p
Copyrights © 2015