Pada dunia konstruksi, seringkali dinding bata pengisi hanya dianggap sebagai beban, namun pada kenyataannya memiliki kekakuan dan kekuatan yang dapat menahan beban lateral. Sebagai komponen struktur, dinding bata pengisi mempunyai kekuatan pada bidangnya atau in-plane (IP) maupun tegak lurus bidangnya atau out-of-plane (OOP). Dalam analisis nonlinear time history, tantangan yang dihadapi adalah membuang dinding bata yang mengalami kerusakan. Pada penelitian ini, difokuskan untuk meneliti permodelan dinding pada fase pasca elastis dengan menggunakan fitur element removal yang diimplementasikan pada program OpenSees. Penelitian dilakukan pada struktur rumah sederhana dengan beban gempa yang dianalisis menggunakan time history nonlinear direct integration. Perbandingan antara struktur tanpa dinding atau bare frame dan struktur dengan dinding bata pengisi atau infill frame, dilakukan untuk mengetahui pengaruh dinding bata pengisi terhadap kinerja seismik struktur rumah sederhana. Kedua struktur bangunan diberi beban gempa, dua arah (sejajar dan tegak lurus dinding). Hasil dari penelitian ini, momen yang terjadi pada balok dan kolom struktur infill frame, cenderung lebih kecil dibandingkan struktur bare frame. Selisih momen maksimum antara kedua struktur, yang terjadi pada setiap balok dan kolom saat dinding belum hancur, rata-rata 24.5%. Hal ini menyebabkan balok dan kolom struktur infill frame memiliki waktu gagal yang lebih lama dibandingkan struktur bare frame.
Copyrights © 2020