Sosial Budaya
Vol 17, No 1 (2020): Juni 2020

Nilai-Nilai Pancasila Dalam Budaya Ndyadran (Ki Djayeng Rono di Dusun Doplang 1, Desa Pakis, Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang)

Prio Salman Rusdi (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2020

Abstract

Artikel ini adalah studi sosio religius terhadap akulturasi Islam dengan budaya lokal terhadap implikasian Pancasila sebagai Ideologi dan budaya negara Indonesia dengan fokus penelitian pada tradisi Nyadran Ki Djayeng Rono di Dusun Doplang 1 Desa Pakis Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara secara langsung. Subjek pengumpulan data pada artikel ini adalah masyarakat di Dusun Doplang 1 Desa Pakis Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Hasil penelitian ini menujukan bahwa (1) masyarakat memaknai sebuah tradisi Nyadran ke Ki Djayeng Rono merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT (2) Prosesi pelaksanaan Nyadran Ki Djayeng Rono di Dusun Doplang 1 di adakan rutin setiap satu tahun sekali pada akhir bulan Dzulhijjah, prosesi pertama kali diadakan thahlilan bersama di makam kemudian diadakan arak-arakan mengelilingi dusun dengan beragam pertunjukan seperti drumband menuju Mosholla lalu di lakukan bancaan di Mosholla tersebut menjadi acara penutup yang menjadi perekat kebersamaan. (3) pengaruh tradisi Nyadran yang dapat dialami oleh masyarakat Doplang 1 tersebut Sebagai penyambung tali silaturrahmi dan mempererat hubungan kepada Allah SWT sebagai wujud implikasian sila-sila di Pancasila. Pelestarian tradisi Nyadran adalah implementasi pelestarian budaya peninggalan dari leluhur, dimana terdapat kearifan dalam prosesi tradisi nyadran yang sangat sesuai dengan konteks masa kini.Kata Kunci: Nyadran, Kebudayaan, Pancasila, Masyarakat, Doplang 1. Abstract This article is a study sosio religious against the Islamic acculturation with the local culture against implication Pancasila as Ideologi and a culture of the country of Indonesia to focus research on a tradition Nyadran Ki Djayeng Rono in orchard Doplang 1 Village Pakis District Bringin District Semarang. Collecting the methods used data is kualitatif with the interview directly. The subject of collecting data on the article is a society in orchard Doplang 1 Village Pakis District Bringin District Semarang. The results into that (1) of the people interpret a tradition Nyadran to Ki Djayeng Rono is an expression of gratitude to Allah Almighty (2) The procession of the implementation of Nyadran Ki Djayeng Rono in Doplang 1 Hamlet is held routinely once a year at the end of the month of Dhulhijjah, the procession is first held together with the thahlilan at the tomb then the procession is held around the village with various performances such as the drumband to Mosholla and then held the bancaan in Mosholla became the closing event which became the glue of togetherness. (3) the influence of the Nyadran tradition that can be experienced by the Doplang 1 community as a connector of silaturrahmi and strengthen the relationship to Allah SWT as a manifestation of the implications of the precepts in Pancasila. The preservation of the Nyadran tradition is the implementation of cultural preservation from the ancestors, where there is wisdom in the procession of the Nyadran tradition that is very appropriate to the present context.Keywords: Nyadran, Culture, Pancasila, Society, Doplang.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

SosialBudaya

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil ...