Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kurikulum saat ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Disamping itu rendahnya minat membaca dan menulis membuat siswa enggan dalam menghadapi permasalahan matematika terutama pada beberapa soal cerita matematika. Perlu adanya penerapan suatu metode sebagai alternatif siswa dalam hal membaca dan menulis guna mendapatkan hasil belajar yang maksimal Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika dengan dan tanpa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBI) berbasis literasi Matematika .Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperiment model quasi ekasperimental desain dengan bentuk two group post-test only desain. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X IPA-2 sebagai kelas eksperimen dan X IPA-4 sebagai kelas kontrol, dengan menggunakan uji independent sample test dengan taraf signifikan 5%.Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,007. Hal ini berarti nilai probabilitas , maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas X IPA dengan dan tanpa menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)berbasis literasi matematika di SMAN 4 Jember. Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa dapat disimpulkan bahwa dari 32 siswa yang mengisi angket, rata – rata persentase respon siswa terhadap semua aspek berada di atas 80%. Artinya setiap aspek direspon positif oleh siswa. Sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran Problem Based Instruction berbasis Literasi matematika baik untuk diterapkan di dalam proses pembelajaran matematika siswa kelas X IPA SMAN 4 Jember pada materi persamaan linier
Copyrights © 2019