Kanker serviks merupakan keganasan yang tejadi pada leher rahim (serviks) dan disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV). Berdasarkan International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker serviks menempati urutan kedua dari seluruh kanker pada perempuan dengan insidensi 9,7% dan jumlah kematian 9,3% dari seluruh kanker pada perempuan di dunia. Meningkatnya kejadian kanker serviks terutama disebabkan masih rendahnya perilaku sehat wanita usia subur (WUS) untuk deteksi dini kanker serviks. Perilaku sehat WUS dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab WUS tidak menjalani deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam pada lima responden yang ditetapkan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang menyebabkan WUS tidak menjalani deteksi dini kanker serviks dengan tes IVA meliputi faktor internal, faktor eksternal, dan pengelolaan program IVA. Faktor internal meliputi kegiatan WUS, kesempatan, perasaan dan kemandirian. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga dan faktor sosial. Pengelolaan program IVA meliputi promosi kegiatan dan sumber informasi. Simpulan: Faktor-faktor yang menyebabkan WUS tidak menjalani deteksi kanker serviks dengan tes IVA yaitu faktor internal, faktor eksternal dan pengelolaan program IVA. Kata Kunci: Faktor internal dan eksternal, Program IV
Copyrights © 2017