Kanker Leher Rahim merupakan kanker peringkat dua terbesar di dunia dan peringkat pertama di Indonesia. Jumlah kasus kanker leher Rahim dapat dikurangi dengan upaya pencegahan yaitu upaya deteksi dini baik melalui pap smear ataupun Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas factor risiko umur, paritas, hubungan seksual pertama, kontrasepsi hormonal, merokok, hygiene diri , ganti pasangan dan keputihan. Rancangan penelitian adalah uji diagnostic dengan jumlah sampel 120. Penelitian dilakukan di empat puskesmas yang melayani IVA di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dengan Kuesioner MPS See and Treat Screening Cervical Cancer dengan modifikasi. Sampel diambil dari WUS yang datang ke pelayanan KB bulan Juni- September 2016. Analisis dengan tabel uji validitas 2x2 untuk mencari sensitifitas, spesifisitas, NPP,NPN. (26,32%), higiene diri (50%). Spesifisitas dari factor risiko umur (60,98%), paritas (76,07%), hubungan seksual pertama (73,17%), kontrasepsi hormonal (65,85%), paparan asap rokok (65,85%), hygiene diri (95,20%), ganti pasangan (67,07%) dan keputihan (69,51%). Simpulan penelitian bahwa factor risiko yang mempunyai sensitivitas tertinggi adalah umur (92,11%), kontrasepsi hormonal (89,47%) dan keputihan (84,21%). Nilai diagnostic yang baik adalah hygiene diri dengan nilai RKP 10,25 dan RKN 0,22. Saran penemuan lesi prakanker leher Rahim dengan pendekatan factor risiko agar menjadi pertimbangan terutama untuk layanan kesehatan primer.Kanker leher Rahim merupakan penyakit keganasan yang menyerang leher Rahim pada wanita. KankerKata kunci : sensitivitas, spesifisitas, factor risiko, lesi prakanker leher Rahim
Copyrights © 2017