Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Meningkatkan Pengetahuan Remaja dengan Penyuluhan dan Bimbingan Tentang Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi pada Siswa SMP Swasta Di Kecamatan Mengwi Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Surati; I Komang Lindayani; I G.A.A.Novya Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat (JPMS) Vol 1, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/ms.v1i3.933

Abstract

Teenagers have limited access to information about sexuality and reproductive health because people generally consider it taboo and are not suitable for open discussion. Introducing how to care for the reproductive organs is one of the life skills education materials. But not all students get sex education, especially about maintaining cleanliness/health of reproductive organs. The purpose of this community service activity is to find out the increase in junior high school students' knowledge about how to maintain the health of reproductive organs after receiving counseling/guidance. The target in this activity is 168 private junior high school students in the Mengwi sub-district as many as 168 people. This community service method is "Pretest - Counseling - Posttest". Health counseling material and group guidance on maintaining the health of reproductive organs. Counseling uses the method of lecture, discussion and question, and answer, with media leaflets. The results of dedication show, descriptive data of junior high school students' knowledge before being given counseling is a minimum value of 13, a maximum value of 93, an average of 68.61 and a median of 70, whereas after counseling, a minimum value of 70, a maximum value of 100, an average of 79.54 median 80. There is a significant difference in the knowledge of private junior high school students in the Mengwi District before and after being given counseling and group guidance.Keywords: Girls, education, reproductive health
Bimbingan Kesehatan Tentang Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Di Sekolah Menengah Pertama, Kecamatan Mengwi Badung Tahun 2018 Ni Ketut Somoyani; Gusti Ayu Surati; Ni Nyoman Budiani; I Komang Lindayani; IGAA Novya Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/ms.v1i1.549

Abstract

Teen life is a life that is decisive for their future life. Indonesian youth are currently experiencing rapid social change from traditional society to modern society, which also alters their norms, values and lifestyles. These have resulted in increased adolescent vulnerability to various illnesses, particularly those related to sexual and reproductive health, including an increased threat to HIV / AIDS. The purpose of community service is to improve the knowledge and attitude of junior high school in District Mengwi Badung on Sexuality, and HIV / AIDS and Drugs. The activity target is 80 students of class VIII. The method used is health guidance with lectures, frequently asked questions and small group discussions. Improvement of youth knowledge and attitude was obtained from the result of pre test and post test questionnaire. The average pre-test value of knowledge before the highest guidance is at Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 64, and the lowest in Public Junior High School 3 Mengwi with an average of 57. The average post-test value of knowledge after the highest guidance is in Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 85 and the lowest in Junior High School 3 Mengwi with an average of 78. Assessment of adolescent attitudes before guidance in the fourth State Junior High School in Regency Mengwi: shows most say disagree if sexual education is done early. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Approximately 60% -65% stay away if there are friends who are HIV positive. Assessment of adolescent post-guiding attitudes in the four State Junior High Schools in Mengwi Subdistrict: shows most agreed if sexual education is done early on. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Most do not stay away if there are friends who are HIV positive. The conclusion of this activity that the knowledge and attitude of adolescents in State Junior High School Mengwi Badung District peningakatan from before and seseudah conducted health guidance about sexuality, HIV / AIDS and drug.Keywords : knowledge, attitude, teenager, adolescents, sexuality, HIV / AIDS and drug
Gambaran Persalinan Preterm di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020 Ni Luh Sudarmi; Ni Nyoman Budiani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1561

Abstract

Persalinan preterm terjadi pada usia kehamilan 20 minggu sampai kurang dari 37 minggu dan merupakan penyebab kematian perinatal sekitar 65% - 75 %. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran  persalinan preterm yang terjadi di RSUP  Sanglah Denpasar tahun 2020. Rancangan penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan tehnik total sampling, yaitu sebesar 223 responden. Sampel penelitian adalah persalinan preterm di RSUP  Sanglah Denpasar tahun 2020. Data yang didapat merupakan data sekunder dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan analisis univariate untuk mencari distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 56.1 % persalinan preterm terjadi pada multipara,  53.8 % terjadi pada ibu yang tidak bekerja, 72.2 % terjadi pada usia 20 sampai 35 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan 74.9 % persalinan preterm terjadi pada tingkat pendidikan menengah, 90.1 % terjadi pada ibu yang menikah. Berdasarkan komplikasi kehamilan 30.5 % disebabkan preeklamsia, 23.3 % KPD, 1.3 % karena anemia, 0.9 % karena hidramion, 6.3 % karena APB, 3.6 % karena penyakit kronis,9.0 % karena kehamilan multifetus serta 25.1 % karena faktor idiopatik / tidak diketahui.  Sehingga dapat disimpulakan  bahwa  persalinan preterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2020 didominasi oleh multipara, pada ibu yang tidak bekerja, usia 20 - 35 tahun, tingkat pendidikan menengah dengan status menikah serta komplikasi kehamilan dengan preeklamsia.kata kunci : gambaran,persalinan preterm.RSUP sanglah
Gambaran Karakteristik Ibu dan Peningkatan Berat Badan Bayi Prematur Setelah Dilakukan Relaktasi Ida Ayu Mirah Astuti; Ni Komang Yuni Rahyani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1685

Abstract

Abstrak: Bayi prematur memiliki refleks hisap yang lemah sehingga dalam pemenuhan nutrisi enteral dilakukan melalui orogastrik tube (OGT). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan relaktasi. Jenis  penelitian adalah deskriptif, rancangan crosssectional. Sumber data adalah rekam medis. Teknik sampling dilakukan dengan total sampling sebanyak 80 sampel. Hasil penelitian diperoleh karakteristik ibu berdasarkan usia terbanyak pada rentang usia 21-40 tahun (81,3%), pendidikan ibu terbanyak adalah pendidikan menengah (67,5%), dan paritas tertinggi adalah multipara (56,2%). Rata- rata berat badan bayi prematur sebelum dilakukan relaktasi adalah 1761 gram ± 172,41 gram. Rata-rata berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi 1882 gram ± 165,65 gram. Rata- rata peningkatan berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi adalah 20 ± 10,93 gram/hari. Rata-rata lama pelaksanaan relaktasi 6 ± 2,87 hari. Terdapat peningkatan berat badan bayi prematur setelah dilakukan relaktasi di Ruang Cempaka 1 NICU Level II RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2020. Upaya relaktasi perlu dilakukan dengan memerhatikan kesiapan ibu, bayi, Standar Operasional Prosedur yang tepat, serta sarana dan prasarana di Rumah Sakit.Kata kunci: relaktasi;peningkatan berat badan bayi prematur; karakteristik ibu; orogastric tube Abstract: Premature babies have weak suction reflexes, so it is necessary to fulfill enteral nutrition through an orogastric tube (OGT). One of the efforts that can be done is to carry out relactation. This type of research is descriptive, cross-sectional design. The data source is medical records. The sampling technique was carried out with a total sampling of 80 samples. The results showed that the characteristics of mothers based on age were mostly in the age range of 21-40 years (81.3%), the highest maternal education was secondary education (67.5%), and the highest parity was multipara (56.2%). The average weight of premature babies before relactation was 1761 grams ± 172.41 grams. The average weight of premature babies after relactation was 1882 grams ± 165.65 grams. The average weight gain of premature babies after relactation was 20 ± 10.93 grams/day. The average length of implementation of relactation was 6 ± 2.87 days. There was an increase in the weight of premature babies after relactation in Cempaka Room 1 NICU Level II Sanglah Hospital Denpasar in 2020. Relactation efforts need to be carried out by taking into account the readiness of the mother, baby, appropriate Standard Operating Procedures, as well as facilities and infrastructure at the hospital.Keywords: relactation; premature baby weight gain; mother’s caracteristics; orogastric tube
Faktor Risiko Benjolan Payudara Wanita Usia Subur Pada Layanan Mangupura Woman Service Kabupaten Badung I Gusti Agung Ayu Novya Dewi; Ni Nyoman Suindri
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v8i2.1341

Abstract

Manfaat Penyuluhan Dengan Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Inisiasi Menyusu Dini Ni Nengah Supriani; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi; I Gusti Ayu Surati
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1529

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai inisiasi menyusu dini adalah salah satu faktor yang penting dalam kesuksesan pelaksanaan inisiasi menyusu dini. Inisiasi menyusu dini dapat mencegah kematian neonatal. Penyuluhan kesehatan melalui media video memiliki kelebihan dalam memberikan visualisasi yang baik sehingga memudahkan proses penyerapan pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui manfaat penyuluhan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang inisiasi menyusu dini. Jenis penelitian adalah pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-postest. Penelitian di lakukan di PMB I.G.A, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S dan PMB A. pada bulan April-Mei 2021. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian untuk pretest pengetahuan rata-rata adalah 46.77 dan posttest pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan melalui media video menjadi 74.88. Hasil uji paired t-test di peroleh p = 0,001 0,05. Terdapat pengaruh penyuluhan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester III dtentang inisiasi menyusu dini di PMB I.GA, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S dan PMB A.Kata kunci: Penyuluhan, Media Video, Ibu Hamil Trimester III, Inisiasi Menyusu DiniMother's knowledge about early initiation of breastfeeding is one of the important factors in the successful implementation of early initiation of breastfeeding. Early initiation of breastfeeding can prevent neonatal death. Health education through video media has the advantage of providing good visualization so as to facilitate the process of absorbing knowledge. The purpose of the study was to determine the benefits of counseling with video media to increase the knowledge of third trimester pregnant women about early initiation of breastfeeding. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted at PMB I.G.A, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S, and PMB A. in April-May 2021. The sampling technique is cluster random sampling with a total sample of 31 people. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used paired t-test. The results of the research for the average knowledge pretest was 46.77 and the posttest knowledge after getting counseling through video media was 74.88. The results of the paired t-test were obtained p = 0.001 0.05. There is an effect of counseling with video media on increasing knowledge of third trimester pregnant women about early initiation of breastfeeding at PMB I.GA, PMB N.M, PMB S.A, PMB N.S, and PMB A.Keywords: Counseling, Video Media, Third Trimester Pregnant Woman, Early Initiation of Breastfeeding
Perbedaan Pengetahuan Remaja Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Seks Pranikah dengan Media Video Putu Eka Mahayani; Ni Nyoman Suindri; I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v9i2.1512

Abstract

Remaja akan mengalami tahap kematangan organ seksual serta perspektif psikologis. Permasalah kenakalan remaja yang banyak terjadi adalah seks pranikah yang berisiko terhadap kehamilan dan penularan penyakit menular seksual yang disebabkan kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks pranikah dengan video. Metode yang digunakan adalah analitik komparatif dengan rancangan pre- eksperimental pretest-posttest design. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan kuesioner. Penelitian  dilakukan di SMA Negeri 2 Amlapura pada bulan Maret sampai April 2021. Sampel penelitian merupakan remaja usia 15-16 tahun yang berjumlah 62 orang dengan menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu paired T- Test (α=0,05). Hasil dari penelitian ini pengetahuan sebelum diberikan pendidikan seks pranikah yaitu 64,58 dan setelah diberikan video menjadi 89,61. Hasil uji statistic paired T-Test diperoleh hasil p value 0,00. Hal ini menunjukan pα yang artinya terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks dengan media video. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan seks pranikah dengan media video. Saran dari penelitian ini diharapkan penelitian selanjutnya dapat menggunakan jenis penelitian yang berbeda untuk dapat menggali lebih dalam pengetahuan remaja tentang seks pranikah.Kata Kunci: Remaja, pengetahuan, seks pranikah, media video Adolescents will experience a stage of maturity of sexual organs as well as a psychological perspective. The problem of juvenile delinquency that often occurs is premarital sex which is at risk of pregnancy and the transmission of sexually transmitted diseases due to lack of knowledge. The purpose of this study was to determine the differences in adolescent knowledge before and after being given premarital sex education with video. The method used is comparative analytic with pre-experimental pretest-posttest design. The data used is primary data using a questionnaire. The study was conducted at SMA Negeri 2 Amlapura from March to April 2021. The research sample was teenagers aged 15-16 years, totaling 62 people using probability sampling with the simple random sampling method. The statistical test used is the paired T-Test (α = 0.05). The results of this study were knowledge before being given premarital sex education was 64.58 and after being given a video it became 89.61. The results of the statistical paired T-Test obtained the p value of 0.00. This shows pα which means that there is a difference before and after being given sex education with video media. The conclusion of this study is that there are differences in adolescent knowledge before and after being given premarital sex education with video media. Suggestions from this research are expected that further research can use different types of research to be able to dig deeper into adolescent knowledge about premarital sex.Keywords: Adolescents; Knowledge; Premarital Sex; Video
UJI VALIDITAS ALAT PERAGA PRAKTIK PEMASANGAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) Komang Lindayani; Ni Wayan Suarniti; Gusti Agung Ayu Novya Dewi; Ni Made Dwi Mahayati
IMJ (Indonesian Midwifery Journal) Vol 4, No 1 (2020): IMJ (Indonesian Midwifery Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/imj.v4i1.3961

Abstract

Keterbatasan jumlah dan kelemahan alat peraga praktik pemasangan AKDR yang tersedia menjadi alasan pengembangan alat peraga dengan alat dan bahan yang mudah dan terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur validitas alat peraga yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R &D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Dalam penelitian ini pengembangan hanya dilakukan sampai tahap development, dimana alat peraga yang dirancang dan dibuat diuji oleh ahli media dan materi melalui 2 tahap uji validitas. Penelitian dilakukan di Poltekkes Kemenkes Denpasar Jurusan Kebidanan pada bulan Maret 2020. Uji validitas ini dilakukan oleh dua orang dosen pengampu mata kuliah Pelayanan KB. Uji validitas menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan membandingkan skor rerata dengan tabel tingkat validitas perangkat eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rerata pada uji validitas tahap 2 didapatkan skor rerata antara 3-4 yang termasuk dalam kategoro valid dan sangat valid. Kesimpulan penelitian ini adalah alat peraga yang dikembangkan valid digunakan pada praktek pemasangan AKDR
PENDEKATAN FAKTOR RISIKO DALAM MENDETEKSI LESI PRAKANKER LEHER RAHIM DI KOTA DENPASAR I Gusti Agung Ayu Novya Dewi
Jurnal Infokes Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v7i2.185

Abstract

Kanker Leher Rahim merupakan kanker peringkat  dua terbesar di dunia dan peringkat pertama di Indonesia. Jumlah kasus kanker leher Rahim dapat dikurangi dengan upaya pencegahan yaitu upaya deteksi dini baik melalui pap smear ataupun Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas factor risiko umur, paritas, hubungan seksual pertama, kontrasepsi hormonal, merokok, hygiene diri , ganti pasangan dan keputihan. Rancangan penelitian adalah uji diagnostic dengan jumlah sampel 120. Penelitian dilakukan di empat puskesmas yang melayani IVA di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dengan Kuesioner MPS See and Treat Screening Cervical Cancer dengan modifikasi. Sampel diambil dari WUS yang datang ke pelayanan KB bulan Juni- September 2016. Analisis dengan tabel uji validitas 2x2 untuk mencari sensitifitas, spesifisitas, NPP,NPN.   (26,32%), higiene diri (50%). Spesifisitas dari factor risiko umur (60,98%), paritas (76,07%), hubungan seksual pertama (73,17%), kontrasepsi hormonal (65,85%), paparan asap rokok (65,85%), hygiene diri (95,20%), ganti pasangan (67,07%) dan keputihan (69,51%). Simpulan penelitian bahwa factor risiko yang mempunyai sensitivitas tertinggi adalah umur (92,11%), kontrasepsi hormonal (89,47%) dan keputihan (84,21%). Nilai diagnostic yang baik adalah hygiene diri dengan nilai RKP 10,25 dan RKN 0,22. Saran penemuan lesi prakanker leher Rahim dengan pendekatan factor risiko agar menjadi pertimbangan terutama untuk layanan kesehatan primer.Kanker leher Rahim merupakan penyakit keganasan yang menyerang leher Rahim pada wanita. KankerKata kunci : sensitivitas, spesifisitas, factor risiko, lesi prakanker leher Rahim
Meningkatkan Pengetahuan Remaja dengan Penyuluhan dan Bimbingan Tentang Cara Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi pada Siswa SMP Swasta Di Kecamatan Mengwi Ni Nyoman Budiani; Gusti Ayu Surati; I Komang Lindayani; I G.A.A.Novya Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.544 KB) | DOI: 10.33992/ms.v1i3.933

Abstract

Teenagers have limited access to information about sexuality and reproductive health because people generally consider it taboo and are not suitable for open discussion. Introducing how to care for the reproductive organs is one of the life skills education materials. But not all students get sex education, especially about maintaining cleanliness/health of reproductive organs. The purpose of this community service activity is to find out the increase in junior high school students' knowledge about how to maintain the health of reproductive organs after receiving counseling/guidance. The target in this activity is 168 private junior high school students in the Mengwi sub-district as many as 168 people. This community service method is "Pretest - Counseling - Posttest". Health counseling material and group guidance on maintaining the health of reproductive organs. Counseling uses the method of lecture, discussion and question, and answer, with media leaflets. The results of dedication show, descriptive data of junior high school students' knowledge before being given counseling is a minimum value of 13, a maximum value of 93, an average of 68.61 and a median of 70, whereas after counseling, a minimum value of 70, a maximum value of 100, an average of 79.54 median 80. There is a significant difference in the knowledge of private junior high school students in the Mengwi District before and after being given counseling and group guidance.Keywords: Girls, education, reproductive health