Risalah Hukum
Volume 4, Nomor 2, Desember 2008

Regulasi Perbankan Syari’ah Pasca Lahirnya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah (Kajian Politik Hukum)

SYAUGI MUBARAK SEFF (Fakultas Syari’ah IAIN Antasari Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2020

Abstract

Syari’ah economic practice actually has been widely recognized by Indonesian Moslem.However, a new positive form of this practice only begins after reformation period bythe establishment of Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undangNomor 7 Tahun 1992, and Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah.Act on Syari’ah Banking has been delivered as the governmental appreciation andaccommodation to public norms (living law). Moreover, economic practice access withsyari’ah principle becomes so facilitated, and thus, any banking conventional activitiesappear being easily conducted in benefiting banks in general while preserving thecosting pattern and other issues based on syari’ah principle.Key words: regulasi (regulation), perbankan syariah (syaria’ah banking), kompetensi (competence).

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

risalah

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Risalah Hukum merupakan terbitan ilmiah berkala bidang ilmu hukum. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Mulawarman sebagai media publikasi pemikiran, gagasan maupun hasil penelitian dalam berbagai bidang ...