JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
Vol 2, No 3 (2015)

FAKTOR DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYAMANYA KABUPATEN POSO

Nurfatimah, Nurfatimah (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2017

Abstract

Abstrak Berbagai studI dan pengamatan menunjukkan bahwa dewasa ini terdapat kecenderungan penurunan pemberian ASI dan mengganti ASI dengan susu fomula sudah merupakan hal yang umum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi susu formula, konseling ASI, nilai budaya, dan dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kayamanya Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Sampel yang diambil sebanyak 130 orang ibu yang menyusui sebagai responden yang dilakukan secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi susu formula (p=0,000 OR=0,154), nilai budaya (p=0,012 OR=0,283) dan dukungan suami (p=0,000 OR=15,583) merupakan faktor determinan pemberian ASI eksklusif. Konseling ASI (p=0,455) tidak berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif. Dari ketiga variabel, dukungan suami adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi pemberian ASI ekslusif (p= 0,000 OR=15,583)Kata-kata kunci : ASI Eksklusif, promosi susu formula, nilai budaya, dukungan suamiAbstract Various studies and observations suggest that today there is a downward trend and replace breast feeding with milk fomula is already a common thing in society. The aim of the research was to acknowledge the effect of formula milk promotion, breast milk counceling, culture value, and husband’s support on the exclusive breast milk feeding. The research was conducted inthe work region of Kayamanya Community Health Center, Poso Regency. The research design was a cross sectional study, by interviewing 130 breast feeding mothers as respondents. Samples were withdrawn randomly in five sub districts representing the research location. The data were analyzed with chi-squared test, continuedwith logistic regression. The result of the research indicated that the promotion of formula milk (p=0,000 OR=0,154), culture value (p=0,012 OR=0,283) and husbands’ supports (p=0,000 OR=15,583) were determinant factors of exclusive breast feeding. Meanwhile breast milk counceling (p=0,455) did not have an effect onexclusive breastfeeding. Of the three variables, husband’s support wasthe most dominant factor influencing exclusive breast feeding (p=0,000 OR=15,583).Keywords: Exclusive breast milk, formula milk promotion, culture value, husband’s support.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JPKMI

Publisher

Subject

Humanities Dentistry Environmental Science Neuroscience Nursing Public Health

Description

urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi ...