Manajemen diri anggota IKMAB UNS tercermin pada kemampuan anggota dalam menyelaraskan pikiran, ucapan dan perbuatan. Para anggota berlatih meditasi sebagai upaya menuntun pikiran benar. Pikiran yang dituntun secara benar akan akan membawa pada pengertian benar sehingga mendorong ucapan anggota dalam berucap benar seperti pembacaan paritta suci, mantra, dhammapada. Realisasi manajemen diri melalui tindakan yaitu berdana, atthasila, pelepasan satwa (fangshen) dan berlatih memimpin tata upacara keagamaan tradisi Mahayana (fachi) di Vihara Lotus. Komitmen organisasi dalam meningkatkan efektifikas kegiatan kegamaan Buddha tercermin pada intensitas kehadiran anggota tanpa paksaan, berseragam, tergabung dalam komunikasi grup, berbagi informasi, berbagi sarana transportasi, memupuk kebersamaan sehingga menjadi atribut kekompakkan. Beberapa anggota bersikap apatis , keyakinan (saddha) lemah, jumlah personil minim, jam kuliah padat dan keragaman aliran/sekte merupakan problematika organisasi IKMAB UNS sehingga menjadi pengahambat efektifitas kegiatan keagamaan Buddha di Kota Surakarta
Copyrights © 2019