ABSTRAK Pendahuluan Robekan Perineum adalah robekan yang terjadi antara vagina dan rektum. Robekan perineum akan cepat sembuh dengan tindakan vulva hygiene. Vulva hygiene bisa menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan. Kandungan chlorhexitidine gluconate yang berperan sebagai dari bakteriocid dan bakteriostatik yang bersifat membunuh dan menghambat pertumbuhan kuman sedangkan kandungan tryclosan berperan sebagai bakteriostatik bersifat menghambat pertumbuhan kuman. Dari kedua antiseptik ini diharapkan bisa menurunkan resiko infeksi sehingga penyembuhan luka cepat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepatan penyembuhan robekan perineum menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan pada tindakan vulva hygiene. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental design. Populasi semua ibu nifas yang memenuhi kriteria inklusi di BPM “S.A” dengan sampel berjumlah 20 orang yaitu 10 orang yang diberikan intervensi vulva hygiene menggunakan chlorhexitidine gluconate dan 10 orang yang diberikan intervensi vulva hygiene menggunakan tryclosan dengan menggunakan teknik kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data dianalisis menggunakan Mann Whitney U Test dengan signifikan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan p = 0,022 sehingga mempunyai nilai hitung p ≤ 0,05 yang menunjukkan Ho ditoalak artinya terdapat perbedaan percepatan penyembuhan robekan perineum yang menggunakan chlorhexitidine gluconate ataupun tryclosan. Vulva hygiene menggunkan chlorhexitidine gluconate, keadaan luka lebih cepat sembuh daripada menggunakan tryclosan pada hari ke-7 post partum. Disarankan bagi tenaga kesehatan khusunya bidan untuk selanjutnya melakukan tindakan vulva hygiene menggunakan chlorhexitidine gluconate pada ibu post partum dengan robekan perineum. Kata kunci : penyembuhan robekan perineum, vulva hygiene ABSTRACT The perineum laceration is a laceration that occurs between the vagina and rectum. Perineal lacerations will quickly recover with vulvar hygiene. Vulva hygiene could use chlorhexitidine gluconate or tryclosan. The content chlorhexitidine gluconate which as bacteriostatic and bakteriocid, that is to kill and inhibit the growth of bacteria, while the content of tryclosan act as bacteriostatic is inhibiting the growth of bacteria. From both an antiseptic is expected to decrease the risk of infection and laceration healing occurs rapidly. This study aims to determine the difference healing perineal lacerations using chlorhexitidine gluconate or tryclosan on vulva hygiene. The Design of this study using an quasy experimental design. The population of all postpartum who meet the criteria for inclusion in BPM “SA” with a sample of 20 people which 10 people were given hygiene interventions vulva using chlorhexitidine gluconate and 10 people were given hygiene interventions vulva using tryclosan using accidental sampling technique. The Collecting data using observation sheet and the data were analyzed using the Mann Whitney significant U Test with α = 0.05. The results of this study showed p = 0.022 so as to have the calculated value p ≤ 0.05, which indicates Ho rejected means that there are differences in acceleration of healing perineal lacerations that uses chlorhexitidine gluconate or tryclosan. Vulva hygiene using the chlorhexitidine gluconate, state cuts heal faster than using tryclosan on the 7th day post partum. Suggested for health personnel especially midwives for further action vulvar hygiene using chlorhexitidin gluconate in with post partum perineal laceration Keyword : The healing perineum laceration, vulva hygiene
Copyrights © 2016