ABSTRAK Alat bantu nafas sederhana di rancang secara sederhana dengan prinsip penghangat dan pelembab bagi penderita gangguan saluran pernafasan. Penderita asma sering mengalami keluhan sesak sehingga menyebabkan kebutuhan dasar/aktifitas sehari-hari terganggu seperti makan minum, aktifitas berjalan pemenuhan BAB atau BAK dan istirahat. Pemberian alat bantu sederhana di rancang secara sederhana dari bahan water pump aquarium dimodifikasi dengan humidifier yang berfungsi sebagai pelembab udara dan penghangat untuk mengurangi respon alergi dan sesak pada pasien asma. Kemudahan alat sederhana ini dapat dibawa kemana-mana serta bisa dipakai sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien asma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kemandirian pasien asma setelah diberikan alat bantu nafas sederhana di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang dengan responden sejumlah 30 orang penderita asma. Rancangan penelitian menggunakan diskriptif. pengukuran kemandirian menggunakan index barthel yang meliputi kemampuan pemenuhan aktifitas makan, mandi, perawatan diri, berpakaian , BAK/BAB dan mobilitas. Analisis data menggunakan prosentase dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana. Dari tingkat ketergantungan mandiri 3% meningkat menjadi 10% setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana.Termasuk ada peningkatan aktifitas dari katagori ringan 17% menjadi 30%. Penurunan kategori aktifitas berat sebelum menggunakan 20 % menurun menjadi 17%. Rekomendasi berdasarkan pemberian alat bantu nafas sederhana dapat membantu untuk meningkatkan kemandirian pasien asma dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan alat bantu sederhana ini sangat efektif dan ekonomis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi penderita asma. Keyword : tingkat ketergantungan, Pasien Asma, alat bantu nafas
Copyrights © 2017