Uji sensitivitas terhadap bakteri megabacterium penyebab Megabacteriosis pada burung import dilakukan dengan menggunakan beberapa anti bakteri seperti : Ampisillin, Enrofloksasin, Eritromisin, Klindamisin, Kloramfenikol, Streptomisin, dan Tetrasiklin. Sedangkan anti jamur yang digunakan : Griseofulvin, Ketokonazol dan Nystatin. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi obat anti bakterial dan anti jamur terhadap megabacterium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Pengujian sensitivitas beberapa obat anti bakterial dan anti jamur dilakukan dengan menggunakan agar disc diffusion method (metode penghambatan cakram dish pada media Muller Hilton Agar plat) secara in vitro. Pengamatan dilakukan pada suhu 370C selama 24-48 jam dalam suasana anaerob. Hasil pengamatan berupa pembentukan diameter zona hambatan di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: megabacterium resistensi terhadap Ampisillin, dan megabacterium sangat sensitif terhadap Griseofulvin, kemudian diikuti Enrofloksasin, Klindamisin, Kloramfenikol, Nystatin, Ketokonazol, Eritromisin, Tetrasiklin dan Streptomisin.
Copyrights © 2015