T ujuan dari penelitian ini untuk memberikan pemahaman bahwa, tidak semua film mendapatkanrespon emosional penonton secara instan clan memiliki orientasi tunggal memperoleh keuntunganfinansial tertinggi. Beberapa film memiliki orientasi seni clan mampu dianalisis dengan teoritertentu clan mengandung beberapa estetika sebagai aspek filosofis yang layak menjadi sumberpengetahuan yang dapat dipercaya. Paradigma penelitian ini adalah konstruktivisme denganpendekatan kualitatif dengan observasi clan tinjauan pustaka sebagai instrumennya. Pengamatandilakukan dengan menonton film secara berulang kali diikuti dengan analisis menggunakan TeoriTeater Epic Bertolt Brecht. Analisis-analisis tersebut dilakukan menurut unsur yang diketahuioleh Bande; yaitu keberadaan narator, korelasi adegan, stabilitas setiap karakter clan perkembangancerita, yang berkembang secara linear atau berputar-putar. Hasil analisis menunjukkan bahwaBandea part oleh Jean Luc Godard memiliki narator dari luar film untuk menggambarkanbeberapa adegan yang tidak terkait dengan adegan berikutnyadan sebelumnya sampai adanyaperubahan genre dari film kriminal, romansa, sindiran, aksi hingga menjadi komedi. Denganperubahan jenis clan genre film, karakter di dalam film juga perlu disesuaikan. Perubahan tersebutmenciptakan efek yang disebut Verfremdungs effektor Distancing Effect dalam terminologiBrecht. The Distancing Effect memberi antisipasi kepada penonton untuk tidak terlibat, melayangatau mengalami ilusi dramatis dengan film. Dengan Distancing Effect, Godard ingin agarpenonton tidak terlibat secara emosional dengan film clan ingin penonton menjadi penontonyang santai. Menjadi penonton yang santai memungkinkan mereka untuk menjadi lebih kritis,konstruktif, clan memiliki visi yang lebih rinci tentang film ini.
Copyrights © 2019