Dalam rangka mengukuhkan nilai-nilai religiusitas dalam kehidupan, pendidikan karakter merupakan keniscayaan. Proses dan mekanismenya  melintasi area, masa dan usia. Pendidikan karakter mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di lingkungan sosial masyarakat lainnya. Ia mestinya menjadi panglima, diprioritaskan sejak dahulu kala, kini dan masa datang. Bahkan sekarang ini peserta didik dalam pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa bahkan usia manula sekalipun. Oleh karenanya pendidikan karakter harus dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan simultan untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan dirinya, sesama manusia, lingkungan dan Tuhannya. Pendidikan karakter dapat ditempuh melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi pengenalan (introduksi), penghayatan (internalisasi), dan pengukuhan (aplikasi) dalam kehidupan
Copyrights © 2015