Prevelensi anemia menurut WHO pada ibu hamil di negara-negara berkembang sekitar53,7% dari semua ibu hamil 63,5%. Masalah anemia pada ibu hamil karena kurangnyamengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Dampak dari anemia ini akanmeningkatkan risiko bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur dankematian pada ibu dan bayi baru lahir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuiKarakteristik ibu hamil yang mengalami anemia di Puskesmas Banjarsari Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi pada penelitian iniadalah ibu hamil yang mengalami anemia yang berada di wilayah Kerja Puskesmas BanjarsariTahun 2019 yang berjumlah 63 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakandalam penelitian ini adalah total sampling. Cara ukur yang digunakan dengan alat ukur berupakuesioner dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa karakteristik ibu hamil yang mengalamianemia. umur 20-35 tahun sebanyak 55 orang (85.9%). Paritas multipara sebanyak 35 orang(54.7%). Pendidikan dasar sebanyak 31 orang (48.5%), ibu tidak bekerja sebanyak 53 orang(82.2%). jumlah zat yang diminum oleh ibu hamil kurang dari 90 tablet sebanyak 53 orang(82.8%) Kesimpulan penelitian ini diperoleh hasil bahwa karakteristik ibu hamil yangmengalami anemia diwilayah kerja puskesmas banjarsari yang terbanyak adalah umur 20-35tahun, paritas multipara, pendidikan dasar, pekerjaan ibu yang tidak bekerja, jumlah tabletyang dikonsumsi kurang dari 90 tablet besi. untuk mencegah anemia ibu hamil disarankanuntuk mengkonsumsi tablet zat besi lebih dari 90 tablet.
Copyrights © 2020