Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi tepung biji kecipir(Psophocarpus tetragonolobus. DC) asal Manokwari dan Lasusua dalam formulasibiskuit terhadap sifat kimia, fisik dan organleptik biskuit. Penelitian ini dilaksanakandengan 3 tahap, yaitu tahap pertama, pembuatan tepung biji kecipir kemudian analisiszat gizi dan cemaran logam berat berbahaya yang terdapat di dalamnya. Kedua,penentuan kandungan protein yang tinggi diantara kedua tepung biji kecipir tersebutuntuk digunakan dalam formulasi biskuit sebanyak tiga formula dengan perbandingantepung biji kecipir dan tepung terigu B1 (95:5), B2 (90:10), B3 (80:20). Ketiga, biskuityang dihasilkan diuji organoleptik dan dianalisa kembali kandungan zat gizinya. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kandungan zat gizi pada tepung biji kecipir asalManokwari lebih tinggi, kecuali kandungan lemak lebih rendah dibanding tepung asalLasusua. Tidak ditemukan adanya cemaran logam timbal (Pb) dan merkuri (Hg) darikedua tepung biji kecipir tersebut, namun terdapat kandungan tembaga (Cu). Hasilorganoleptik dari ketiga biskuit yang sangat disukai adalah formula B2 dan yang palingtinggi kandungan gizi terutama pada proteinnya terdapat pada biskuit B1. Ketigabiskuit tidak memenuhi standar mutu biskuit yang ditetapkan (SNI 01-2973-1992),sehingga lebih baik digunakan sebagai makanan tambahan dalam memenuhi kebutuhanprotein.
Copyrights © 2017