Ikan Patin termasuk komoditas ikan yang banyak diminati. Produksinya di Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan selama beberapa tahun terakhir, yaitu pada tahun 2010 produksinya adalah sebesar 147,888 ton dan meningkat menjadi 403,133 ton pada tahun 2014. Produksi ikan Patin dari tahun 2010-2014 mengalami kenaikan rata-rata 30,73 ton (Laporan Ditjen Perikanan Budidaya 2014). Budidaya ikan patin meliputi kegiatan pembenihan dan pembesaran. Khususnya untuk kegiatan pembenihan. Permasalahan yang dihadapi pada patin siam khususnya di Sibolga dan Tapanuli tengah belum adanya informasi tentang pemijahan patin siam. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah mengetahui tinggi air yang optimal untuk penetasan telur ikan patin siam dan mengetahui tinggi air yang optimal untuk kelulushidupan larva patin siam. Perlakuan ini menggunakan 3 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Perlakuan I (P1) yaitu dengan ketinggian air 20 cm; Perlakuan II (P2) ketinggian air 25 cm; Perlakuan III (P3) ketinggian air 30 cm. hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tinggi air yang optimal untuk penetasan ikan patin siam terdapat pada perlakuan II dengan ketinggian air 25 cm. Tinggi air yang optimal untuk kelulushidupan larva patin siam terdapat pada perlakuan I dengan ketinggian air 20 cm.
Copyrights © 2020