Sumber energi bahan bakar terbatas. Untuk itu diperlukan energi alternatif yang dapat diperoleh dengan mudah. Produksi bio-oil berasal dari limbah biomassa dan limbah industri. Tandan kosong kelapa sawit (EPFB) merupakan produk sampingan dari industri kelapa sawit yang cukup besar, mencapai 23% dari berat buah segar, sehingga memiliki potensi yang baik untuk dimanfaatkan. Metode untuk memproduksi bio-oil dari tandan kosong kelapa sawit adalah melalui metode pirolisis cepat tetapi masalah utama bahwa produksi bio-oil tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimalkan faktor proses yang berpengaruh pada sistem produksi bio-oil dan juga meningkatkan rendemen bio-oil. Produksi bio-oil disimulasikan menggunakan Business Process Model and Notations untuk membantu peneliti dalam pengambilan keputusan. Analisis variabel dilakukan dengan menggunakan metode eliminasi fitur (RELIEF) yang andal. Hasilnya menunjukkan rendemen (70-80%) dan nilai kalor (15-25%), dipilih sebagai dua elemen yang paling berpengaruh pada bio-oil. Fitur-fitur tersebut dioptimalkan menggunakan Response Surface Method (RSM). RSM menemukan tiga faktor yang perlu dioptimalkan, seperti suhu optimal yang diperoleh pada 494,72oC, kadar air 5,64%, dan ukuran partikel 1,91 cm dengan rendemen minyak didapatkan sebesar 76,08% dan nilai kalor 26,87 MJ/kg. Sistem produksi ini dimungkinkan untuk aplikasi dalam produksi bio-oil.Kata Kunci: Bio-oil, TKKS, BPMN
Copyrights © 2020