JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Vol 19, No 71 (2013)

PERNIKAHAN DINI DALAM PERSPEKTIFAGAMA DAN NEGARA

Yusna Melianti (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2013

Abstract

Seiring perkembangan zaman tentang pernikahan, image masyarakat justru sebaliknya. Arusglobalisasi yang melaju dengan kencang mengubah cara pandang masyarakat. Perempuan yangmenikah di usia belia dianggap sebagai hal yang tabu. Bahkan lebih jauh lagi, hal itu dianggapmenghancurkan masa depan wanita, merangus kreativitasnya serta mencegah wanita untukmendapatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.Pernikahan usia dini masih dijumpai diNegara berkembang termasuk Indonesia.Berbagai faktor yang berhubungan dengan pernikahan usiadini antara lain: pendidikan, ekonomi dan budaya. Dampak yang diakibatkan oleh pernikahan diniantara lain rendahnya kualitas keluarga, terputusnya pendidikan dan kehamilan di usia remaja yangberdampak pada penolakan pada kehamilan.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) padatahun 2002 di Indonesia terdapat 34,2% perempuan menikah dibawah usia 15 tahun dan laki-laki11,9%. Diwilayah Pantura, dari 42,8% kasus semua menikah di bawah usia 15 tahun. Totalperkawinan di seluruh Indonesia sekitar 34% melanggar UU perkawinan No.1/1974. Ini membuktikanpermasalahan pernikahan dini kemungkinan banyak terjadi didaerah-daerah.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jpkm

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPM UNIMED) adalah peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada ...