Riset mutakhir di bidang neurosains menemukan sejumlah besar bukti tentang hubungan tak terpisahkan antara otak dan perilaku manusia. Dengan istrumen Positron Emission Tomography (PET) diketahui adanya 6 sistem otak (brain system) yang secara bersama-sama dan terpadu meregulasi semua perilaku manusia. Enam sistem ini berperanan penting juga terhadap pengaturan kognisi, emosi dan perilaku motorik manusia. Karakter, yang merupakan akumulasi dari kinerja seluruh bagian otak dengan spesifikasinya masing-masing, merupakan produk dari interkoneksi dan interdependensi bagian-bagian otak itu. Bukti ilmiah ini memberikan suatu inspirasi bahwa mengelola pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari pendidikan otak. Ini berarti bahwa setiap hal yang berkontribusi terhadap kinerja positif otak, otomatis berkontribusi dalam pendidikan otak. Kerusakan pada bagianbagian otak yang secara spesifik berhubungan dengan karakter tertentu akan merusak juga karakter itu. Dengan demikian, pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari intervensi positif terhadap otak, seperti nutrisi, antenatal care, musik, meditasi, optimalisasi aging brain, olahraga, dan lain-lain. Manusia tanpa karakter dapat dikatakan sebagai manusia yang memiliki otak tidak optimal, terganggu atau mengalami penyakit.
Copyrights © 2010