Pembangunan nasional di Indonesia harus memiliki strategi yang bersifat responsif gender. Tulisan ini menawarkan strategi kemitrasejajaran gender dalam pembangunan nasional. Dalam pemahaman kemitrasejajaran gender, pembangunan mengakomodasi pria dan perempuan sebagai pelaku pembangunan tanpa memihak hanya satu peran. Meski demikian, perlu dipertimbangkan bahwa kemitrasejajaran tersebut tetap menjunjung tinggi kekhasan masingmasing gender. Pria dan perempuan terlibat secara bersama-sama dalam pembangunan dengan kekhasannya masing-masing, juga dengan tingkat kompetensi atau profesionalisme yang memadai.
Copyrights © 2010