Perempuan NTT yang mendapat stereotipe sebagai perempuan rumahan, ibu rumah tangga, tidak boleh banyak bicara, dan lain-lain sebagai hasil bentukan budaya patriarki perlu merekonstruksi dan memperkuat diri dengan konsep diri yang lebih positif. Konsep diri positif dibentuk lewat relasi diri dengan lingkungan sekitar dan karena itu bersifat kontekstual dan relevan bagi kebutuhan masyarakat. Konsep diri positif inilah yang memungkinkan perempuan, khususnya di NTT, untuk terlibat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara utuh, termasuk terlibat dalam ranah politik yang selama ini didominasi hanya oleh kaum pria.
Copyrights © 2010