Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) tidak hanya sekadar tempat orang membaca dan meminjam buku. Lebih dari itu adalah sebagai tempat persemaian nilai-nilai Pancasila—melalui kegiatan dan bahan bacaan yang disediakan. Artinya mendirikan dan mengelola Taman Bacaan Masyarakat, serta menyediakan beragam bacaan inspiratif kepada masyarakat itu merupakan tindakan mulia. Ia tidak saja pilihan hidup yang bersifat ideologis, tapi juga politis. Soft politic. Ini merupakan siasat perubahan sosial melalui jalan kebudayaan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar mengukuhkan Pancasila sebagai “Rumah Kita” bersama. Dalam pandangan penulis, sebaran keberadaan TBM di Tanah Air juga menjadi salah satu ukuran keadilan kebijakan pemerataan informasi dan pendidikan. Peran TBM ini semakin mendapati dasarnya saat kita bercermin pada permasalahan kebangsaan yang tengah dialami negara ini yakni persoalan persatuan dan integrasi Bangsa. Beragam bacaan yang terdapat di TBM dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengenal Negeri ini. Harapannya dari kenal dan tahu itu akan muncul rasa ingin mengalami. Dari mengalami titik terjauh harapan yang ingin dicapai adalah lahirnya rasa mencintai Bangsa dan Negara. Baik dari sisi geografi (kewilayahan-spasial) maupun dari segi sosiopsikologis (budaya dan kesadaran sama-sama sebagai warga negara). Dari rasa mencintai akan memicu keberanian untuk bercita-cita tinggi. Cita-cita yang melampaui batas kepentingan diri, keluarga dan kelompoknya.
Copyrights © 2013