Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk (1) mengupayakan tersedianya bahan atau materi ajar yang representatif dalam pembelajaran keaksaraan usaha mandiri, (2) Mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis potensi lokal yang dikembangkan menurut pendapat ahli media/bahan ajar. ahli materi. dan peserta didik, (3) mengetahui efektifi tas bahan ajar berbasis potensi lokal yang dikembangkan dalam pembelajaran di lapangan. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dengan menggunakan pendapat Borg and Gall yang kegiatannya meliput; penelitian pendahuluan, menyusun desain, membuat produk, melakukan validasi ahli, melakukan uji coba, dan uji lapangan, serta revisi produk. Pada akhir perbaikan produk dilakukan uji efektivitas produk (bahan ajar). Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualititif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh data sebabagai berikut: (1) Langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal pada program keaksaraan usaha mandiri (KUM) dilakukan melalui beberapa tahapan; (a) penelitian pendahuluan, (b) menyusun desain pengembangan, (c) membuat produk, (d) melakukan validasi dan uji coba produk (validasi bahan ajar, validasi materi, uji coba satu-satu dan uji coba kelompok besar atau lapangan), (e) revisi produk. (2) Bahan ajar berbasis potensi lokal pada program pendidikan keaksaraan usaha mandiri yang dikembangkan menurut pendapat ahli media sangat ayak, hal ini ditunjukan dengan skor yang diperoleh sebesar 4.31 termasuk kategori sangat baik, (3) menurut ahli materi sangat layak, hal ini ditunjukan dengan skor yang diperoleh sebesar 4.18 termasuk kategori sangat baik, (4) menurut pendapat peserta didik. Baik melalui uji coba satu-satu maupun kelompok besar sangat layak, hal ini ditunjukan dengan skor yang diperoleh pada uji lapangan kelompok besar sebesar 4.315 termasuk kategori sangat baik, (5) Untuk melihat efektifi tas produk, dilakukan analisis berdasarkan hasil praktek dan tes pengetahuan peserta didik. Berdasarkan analisis dari 10 peserta uji coba kelompok besar (lapangan), jumlah peserta didik yang berhasil mencapai skor 70 ke atas sebanyak 10 peserta didik (100%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis potensi lokal dalam uji coba lapangan sudah memenuhi kategori “sangat baik” dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran pembuatan aneka makanan ringan berbahan dasar ubi jalar.
Copyrights © 2014