Tujuan kajian penulisan ini adalah memahami kebermaknaan pendidikan multi keaksaraan yang terjadi pada kehidupan masyarakat Samin sebagai kajian yang dapat kita ambil hikmat menjadi bahan belajar bersama dalam menjalani kehidupan secara sosial. Terbentuknya interaksi sosial sangat penting dalam menjalin keragaman kehidupan baik dalam hal ini adalah budaya, dalam menapaki kehidupan secara hakiki yang dapat dipertanggungjawabkan kelak di akhir hayat nanti. Kajian penulisan ini menggunakan metode studi pustaka. Sumber data didapatkan dari beberapa sumber pustaka, baik dari buku; artikel jurnal; web posting; serta penelusuran dari sumber lain yang relevan. Hasil kajian dapat disampaikan meski telah terbentuk pencitraan terhadap masyarakat Samin yang dilekatkan sangat kuat karena telah diformulasikan sedemikian rupa selama bertahun-tahun. Stereotipe negatif selalu mengikuti pendapat umum tentang masyarakat Samin. Pada umumnya masyarakat Samin dinilai sebagai masyarakat yang terbelakang, bodoh, sulit menerima modernisasi, serta tidak memiliki agama dan penyuka kehidupan ”kumpul kebo”. Dibalik itu semua, ada sisi positif yang dimiliki oleh masyarakat Samin dan ini diketahui masyarakat umum, yaitu kejujuran; kepolosan; dan perilaku kritis yang selalu selaras dengan alam lingkungannya.
Copyrights © 2014