Perempuan, dalam banyak perspektif, adalah sosok yang menjadi perhatian karena hal tugasnya sebagai pembawa kehidupan. “Surga di telapak kaki Ibu” adalah suatu pernyataan yang telah menjadi jargon terkenal di Indonesia terutama, yang ditujukan untuk menghormati sosok perempuan dengan perannya sebagai pembawa kehidupan. Namun demikian, posisi terhormat seorang perempuan tidak serta merta terjadi di semua kondisi. Kenyataannya, perempuan telah dan masih mengalami peminggiran di banyak situasi, entah secara ekonomi, sosial, dan lain-lain. “Kamu perempuan. Tidak usah sekolah tinggitinggi”, atau “perempuan itu kerjanya di dapur”, adalah beberapa pernyataan yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Tanpa sadar, dalam pernyataan-pernyataan tersebut terjadi pengerdilan sosok perempuan yang dibuat tak berdaya hanya karena dia berjenis kelamin perempuan. Perempuan menjadi jenis kelamin nomor dua di masyarakat, karena peran sosial perempuan dinilai sebelah mata walau pada hakikatnya, perempuan dapat melakukan apapun seperti layaknya laki-laki. Kondisi pelabelan peran sosial perempuan hanya karena sifat kodratinya sering disebut dengan ketidakadilan gender.
Copyrights © 2014