Minat membaca masyarakat, menurut berbagai hasil survei, dalam kategori rendah, sehingga menjadi keprihatinan dan pembicaraan hangat di kalangan pemerhati pendidikan, orang tua anak, maupun pegiat literasi. Bahkan, budaya membaca telah dikalahkan oleh budaya menonton. Taman bacaan masyarakat (TBM), sebagai program pendidikan nonformal, menjadi salah satu alternatif untuk menjawab tantangan di era digital, dalam rangka meningkatkan minat membaca masyarakat. Tulisan ini mengangkat peran layanan taman bacaan masyarakat (TBM) serta mendeskripsikan berbagai bentuk pembelajaran kreatif yang dilaksanakan dalam meningkatkan gerakan literasi pada masyarakat. Serta, penulisan ini didukung oleh oleh hasil observasi (observation) dan wawancara (interview), di beberapa TBM yang ada di Yogyakarta. Setelah diadakan uraian dan analisis secara sederhana, bahwa minimal TBM memiliki tiga pelayanan utama, yaitu pelayanan widya-pustaka, widya-loka dan widya-budaya, dan beberapa bentuk kegiatan pembelajaran kreatif dalam meningkatkan gerakan literasi masyarakat melalui TBM adalah program parenting, sekolah menulis, praktik buku dan mengenal reptil.
Copyrights © 2016