Kondisi sosial masyarakat yang sebagian besar pendatang, tidak semuanya penduduk asli tanah Dayak, mendukung pelaksanaan program pendidikan multikeaksaraan yang berbasis pelestarian kearifan budaya lokal. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kecakapan literasi budaya peserta didik disamping melestarikan keberaksaraan mereka. Penggalian resep masakan tradisional Dayak yang kebanyakan berasal dari bahasa tutur dikumpulkan sebagai bahan untuk kegiatan pembelajaran dan pada akhirnya dikompilasi sebagai kumpulan resep hasil karya peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya bahan bacaan pada program pendidikan keaksaraan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata jawaban responden terhadap kelayakan model adalah 81,40 berada pada rentang nilai 84 – 82. Sehingga dapat dikategorikan bahwa Model Kecakapan Literasi Budaya Melalui Telusur Resep Masakan Tradisional Dayak pada Program Multikeaksaraan” layak untuk diterapkan. Hasil studi eksplorasi pada PKBM Berdikari dan PKBM Mawar Merah di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan warga masyarakat telah menyelesaikan pendidikan keaksaraan dasar. Kemelekaksaraan yang sudah mereka miliki perlu dipertahankan dan dilestarikan agar kemampuan keberaksaraan mereka tidak hilang atau buta aksara kembali. Untuk itulah diperlukan program keaksaraan lanjutan yang menjadi wadah bagi warga masyarakat untuk memelihara kemampuan keberaksaraan mereka.Melalui program ini mereka memiliki kemampuan baca-tulishitung yang bermanfaat bagi kehidupan mereka sehari-hari. Adanya Model Kecakapan Literasi Budaya Melalui Telusur Resep Masakan Tradisional Dayak pada pembelajaran multikeaksaraan dapat dijadikan panduan oleh pengelola dan pendidik dalam melaksanakan pembelajaran multikekasaraan. Pengelola dan pendidik dapat melaksanakan pembelajaran multikeaksaraan, karena pengelola dan pendidik memahami cara pembelajaran multikeaksaraan dengan pendekatan seni budaya.
Copyrights © 2017