Tema pengembangan seni dan budaya didasari oleh kondisi lingkungan masyarakat tempat pembelajaran agar membantu masyarakat dalam melestarikan budaya lokal setempat. Panduan pembelajaran mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator penilaian, alokasi waktu, sistem penilaian dan sumber/bahan/alat belajar yang didesain berkontek lokal dan bahan ajar sesuai permasalahan dan potensi setempat yang ditulis dalam dua bahasa yaitu Bahasa Banjar dan Bahasa Indonesia. Penyusunan bahan ajar, panduan pembelajara dan panduan penilaian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (reseach and development). Ujicoba dalam penelitian pengembangan ini dilakukan di SPNF SKB Balangan (sebagai kelompok treatment) dan PKBM Serumpun Kabupaten Hulu Sungai Selatan (sebagai kelompok control) dari Agustus sampai Oktober 2017. Uji validitas konseptual produk bahan ajar pendidikan multikeaksaraan tema seni dan budaya sub tema kearifan budaya lokal diperoleh dengan perhitungan rata-rata (mean) 73% , tingkat validitas tinggi. Uji kemenarikan dan keterbacaan konseptual diperoleh dengan perhitungan rata-rata (mean) 69,89% , tingkat kemenarikan dalam kategori cukup. Dampak dari penerapan bahan ajar ini agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan keberaksaraannya dan adanya perubahan perilaku menjaga dan melestarikan budaya lokal
Copyrights © 2018