Gerakan membaca tidak berada dalam ruang yang terisolasi dan steril. Ia senantiasa bertalian dengan kenyataan kehidupan, baik terbadap perkembangan kehidupan maupun situasi dinamis ynng terjadi pada tiap individu-individu orang itu sendiri. Oleh karenanya ia musti bersifat pegas pula terhadap perubahan zaman. Para pengiat budaya baca seyogianya mampu menangkap semangat zaman yang berlaku di hari itu. Salah satu bentuk kelenturan tersebut adalah kesediaan dan kesigapan gerakan membaca mengadopsi pola dan modus ikon budaya pop ke dalam aktivitas progmm membaca: gerakan membaca generasi ketiga. Para pelaku dan berbagai pi hakyang berkepentingan langsung terhadap gerakan membaca dan peningkatan budaya baca, terutama mereka yang berasal dari Taman Bacaan Masyarakat(TBM) dan komunitas Literasi mau tidak mau, Suka tak suka harus masuk ke fase ketiga gerakan membaca ini. Sehingga aktivitas membaca dan beragam penandaluaran budaya populer, yakni berupa aktivitas menonton (film), bermain game (online), berwisata (traveling) dan berbicara tidak lagi dalam situasi saling menegasi.
Copyrights © 2011