Pendahuluan Dewasa ini sering kita dengar isu mengenai krisis keaksaraan. Meskipun bahasan akan situasi krisis tersebut terkesan sedikit dibesar-besarkan untuk kepentingan politik, kita tidak dapat pungkiri bahwa isu keaksaraan saat ini masih memegang peran penting untuk diidentifikasi dan ditelaah lebih jauh. Sebagian besar isu keaksaraan berhubungan dengan tuntutan kompetensi beraksara yang semakin meningkat di masyarakat dan tidak meratanya distribusi kompetensi tersebut. Keaksaraan telah dan akan terus menjadi dasar untuk aspirasi politik dan budaya manusia kontemporer. Hal ini menjadikan keaksaraan memegang peran penting dalam dunia pendidikan, pemberdayaan dan pengembangan. Situasi keaksaraan terkini di negara-negara E-9, ASEAN dan Timor Leste akan menjadi fokus elaborasi dalam tulisan ini. Keaksaraan perlu dipahami dalam konteks pendekatan berbasis hak azasi manusia dan bagian dari prinsip inklusi untuk pembangunan manusia. Rasionalisasi pengakuan terhadap keaksaraan sebagai hak terletak pada himpunan manfaat dan dampak yang diberikan kompetensi keaksaraan pada individu, keluarga, masyarakat dan bangsa. Keaksaraan adalah hak. Hal ini tersirat dalam hak atas pendidikan. Dalam lingkup internasional, keaksaraan diakui sebagai hak. baik bagi anak- anak maupun orang dewasa. Keaksaraan telah diakui bukan hanya sebagai hak. tetapi juga sebagai mekanisme untuk mencapai hak asasi manusia lainnya: keaksaraan menganugerahkan berbagai manfaat dan memperkuat kemampuan individu. keluarga dan masyarakat untuk mengakses peluang kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, dan budaya. Keaksaraan, selain menjadi hak asasi manusia yang fundamental, merupakan landasan untuk mencapai Pendidikan untuk Semua, termasuk mengurangi kemiskinan manusia. Dengan demikian. dalam konteks ini, keaksaraan merupakan hal yang lebih dari sekedar fundamental.
Copyrights © 2012