Pendahuluan Pendidikan, kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi merupakan tiga hal yang saling terkait. Pendidikan dapat membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan, dengan syarat pendidikan dapat ditransformasi menjadi instrumen progresif, sehingga mampu memproduksi sumberdaya manusia yang kreatif dalam skala masif. Tingkat pendidikan yang rendah sering kita jumpai melekat pada penduduk yang kurang beruntung perekonomiannya (marjinal). Rendahnya pendidikan yang dimiliki oleh penduduk miskin membuat mereka kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga menghambat mereka untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, karena tidak memperoleh pekerjaan yang layak ataupun tidak dapat mengembangkan potensi kewirausahaannya. Kewirausahaan di Indonesia belum berkembang optimal. Secara kuantitatif, jumlah wirausaha di ini hanya 0.8% dari jumlah penduduk sebesar 230 juta. Setidaknya diperlukan wirausaha sebanyak 2.5% dari total jumlah penduduk untuk mampu menunjang perekonomian suatu Negara. Hal ini dikarenakan wirausaha mampu menghasilkan output yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus pada saat yang sama mampu mengatasi tingginya angka penggangguran. Strategi menumbuhkembangkan wirausaha baru dapat dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan memiliki nilai strategis untuk dibelajarkan pada setiap jenjang dan jalur pendidikan. Sebuah studi dengan menggunakan data dari Survey Keaksaraan Orang Dewasa Internasional menyimpulkan bahwa perbedaan tingkat rata-rata keterampilan di antara negara Organization for Economic Coaperation and Development (OECD) dimana terdapat 55% perbedaan pertumbuhan ekonomi pada tahun 1960-1994, menyiratkan bahwa peningkatan level keterampilan dapat menghasilkan kembalinya perekonomian yang besar. Studi lainnya yang dilakukan terhadap 44 negara Afrika menemukan bahwa keaksaraan merupakan salah satu variabel yang berefek positif pada pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) per kapita. Sementara itu, sebuah survey pada sebagian besar 33 negara Islam sedang berkembang menyimpulkan bahwa tingkat keaksaraan orang dewasa dan pendaftaran sekolah, keduanya memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Data hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2010 sebagaimana gambar-I dibawah ini menggambarkan adanya keterkaitan keberaksaraan penduduk dan kondisi ekonomi suatu daerah.
Copyrights © 2012