The background of this study is the existence of Indonesia as a country that has a high level of disaster vulnerability. The 2013 Indonesia Disaster Risk Index data shows there are 80% of Indonesia's territory at high risk of disaster, including 205 million people exposed to disaster risk. Disaster management efforts must continue to be sought. Literacy education has a strategic role in disaster management at the pre-disaster stage. The study aims to describe the description of non-structural disaster mitigation in multicultural education, which includes preparation, implementation and assessment of learning processes. This research is a library research with a qualitative approach that is descriptive qualitative. This research was conducted using several primary and secondary references related to literacy and disaster management education. The implementation of non-structural disaster mitigation learning is carried out in five stages. Namely (1) Learning disasters; (2) Environmental surveys; (3) Map of disaster vulnerability; (4) Presentations and discussions; and (5) Disaster management practices. Core competencies and basic competencies in each of these stages refer to the competencies expected by students in multikeaksaraan education. Latar belakang penelitian ini adalah keberadaan Indonesia sebagai negara yang mempunyai tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Data Indeks Resiko Bencana Indonesia 2013 menunjukkan terdapat 80% wilayah Indonesia yang berisiko tinggi terhadap bencana, mencakup 205 juta jiwa terpapar pada risiko bencana. Upaya penanggulanan bencana harus terus diusahakan. Pendidikan keaksaranan mempunyai peran yang strategis dalam penanggulanan bencana pada tahap prabencana. Penelitian bertujuan mendeskripsikan gambaran mitigasi bencana non struktural di pendidikan multikeaksaraan, yang meliputi persiapan, proses pelaksanaan dan penilaian pembelajarannya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa referensi baik primer maupun sekunder yang terkait dengan pendidikan keaksaraan dan penanggulangan bencana. Pelaksanaan pembelajaran mitigasi bencana non struktural dilakukan dalam lima tahapan. Yaitu (1) Belajar bencana; (2) Survei lingkungan; (3) Peta kerawanan bencana; (4) Presentasi dan diskusi; dan (5) Praktek cara penanggulangan bencana. Kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam setiap tahapan tersebut mengacu pada kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik dalam pendidikan multikeaksaraan.
Copyrights © 2019