ABSTRAK Buta aksara merupakan salah satu persolan mendasar yang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan tingkat buta aksara di Indonesia, tetapi angka buta aksara masih cukup tinggi. Program-program keaksaraan dasar juga telah dilakukan oleh lembaga-lembaga nonformal, tetapi penyelenggaraan program seringkali masih mengalami banyak permasalahan, seperti pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai alokasi belajar minimal 114 jam. Selain itu, tutor kurang memiliki pengaruh dan karisma terhadap peserta didik, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi warga belajar mengikuti pertemuan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi peyelenggaraan keaksaraan dasar melalui pelibatan tokoh agama di kabupaten Mamasa, tahun 2019. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini diantaranya 1) mengurangi angka buta aksara; 2) meningkatkan motivasi belajar warga buta aksara disebabkan karena memiliki kepercayaan yang tinggi kepada tokoh agama; 3) meningkatkan jumlah kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran keaksaraan. Kata Kunci: Buta Aksara, Penyelenggaraan Program, Keaksaraan Dasar, Tokoh Agama. ABSTRACT lliteracy is one of the fundamental problems faced by education in Indonesia. Various attempts were made by the government to reduce the level of illiteracy in Indonesia, but illiteracy rates are still quite high. Basic literacy programs have also been carried out by non-formal institutions, but the implementation of the program often still experiences many problems, such as the implementation of learning not in accordance with the minimum learning allocation of 114 hours. In addition, tutors lack the influence and charisma of students, so that the impact on the low motivation of citizens to learn to attend learning meetings. Therefore, the purpose of this study was to obtain a description of the implementation of basic literacy through the involvement of religious leaders in Mamasa district, 2019. The method used was qualitative with interviews, observations, document studies. The results of this study include 1) reducing illiteracy rates; 2) increase the learning motivation of illiterate citizens due to having high trust in religious leaders; 3) increase the number of attendance of students in literacy learning. Keywords: Illiteracy, Program Implementationl, Basic Literacy, Religious Figure.
Copyrights © 2020