Humor menjadi satu kajian yang dipelajari pada pembelajaran bahasa Indonesia (teks anekdot) di tingkat SMA/MA. Penelitian terkait humor narasi yang diaplikasikan dalam pembelajaran masih terbilang minim terutama yang dapat diambil keteladan tokohnya. Humor bersifat sufistik dapat menjadi satu di antara sumber pembelajaran teks anekdot seperti cerita Abu Nawas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik studi dokumentasi untuk mendeskripsikan gejala humor (kelucuan) dengan pendekatan humor semantik. Sumber data diambil dari lima buah teks Abu Nawas karya Rahimsyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gejala humor (kelucuan) dalam sepuluh buah cerita Abu Nawas dibangun berdasarkan pengembangan wacana humor sosial dan religius. Humor dikembangkan dari ,permainan pemaknaan leksikal yang secara semantic dibangun dari dua atau lebih konteks (script) yang bertentangan dalam satu situasi. Pengaplikasian teori semantik humor pada pembelajaran menulis anekdot dapat dikembangkan dengan narasi yang bertalian dengan kehidupan sosial dan keagamaan.
Copyrights © 2019