PJK merupakan penyakit degeneratif yang menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Jumlah kasus PJK mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor risiko PJK adalah kebiasaan merokok. Nikotin dan CO dalam asap rokok menyebabkan penyumbatan dan penyempitan yang dapat menghambat aliran darah pada arteri koronaria yang merupakan penyebab utama terjadinya PJK. RSUD Kota Banjar merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas klinik jantung. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan, tahun 2007 rata-rata kunjungan pasien yang menderita PJK adalah 92 pasien tiap bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan PJK pada pasien rawat jalan di RSUD Kota Banjar. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel kasus adalah pasien rawat jalan yang menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di Klinik Jantung RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel kontrol adalah pasien rawat jalan yang bukan menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan nilai Odds Ratio (OR) serta multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan PJK setelah dikendalikan variabel usia. Nilai OR adalah 5,885: 95% CI 2,118 – 16,345. Upaya yang diperlukan untuk mencegah PJK adalah dengan peningkatan kewaspadaan terhadap terjadinya PJK sedini mungkin, dengan berusaha tidak melakukan kebiasan merokok.
Copyrights © 2018