Nandang Wahyu
Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD KOTA BANJAR Nandang Wahyu
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PJK merupakan penyakit degeneratif yang menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Jumlah kasus PJK mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu faktor risiko PJK adalah kebiasaan merokok. Nikotin dan CO dalam asap rokok menyebabkan penyumbatan dan penyempitan yang dapat menghambat aliran darah pada arteri koronaria yang merupakan penyebab utama terjadinya PJK. RSUD Kota Banjar merupakan salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas klinik jantung. Berdasarkan data kunjungan rawat jalan, tahun 2007 rata-rata kunjungan pasien yang menderita PJK adalah 92 pasien tiap bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan PJK pada pasien rawat jalan di RSUD Kota Banjar. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Sampel kasus adalah pasien rawat jalan yang menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di Klinik Jantung RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel kontrol adalah pasien rawat jalan yang bukan menderita PJK (berdasarkan data rekam medik pasien) yang sedang berobat di RSUD Kota Banjar pada saat penelitian dilaksanakan sebanyak 53 orang. Sampel diambil secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan nilai Odds Ratio (OR) serta multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan PJK setelah dikendalikan variabel usia. Nilai OR adalah 5,885: 95% CI 2,118 – 16,345. Upaya yang diperlukan untuk mencegah PJK adalah dengan peningkatan kewaspadaan terhadap terjadinya PJK sedini mungkin, dengan berusaha tidak melakukan kebiasan merokok.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN YANG DIMODERASI OLEH VARIABEL NILAI (Studi pada Pasien Instalasi Rawat RSUD Kota Banjar) Nandang Wahyu
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH DISPOSISI IMPLEMENTOR TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI LINGKUNGAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT Nandang Wahyu
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok sangat berbahaya dan merusak kesehatan baik bagi perokok aktif maupun orang- orang yang berada disekitar perokok tersebut. Tindak lanjut dari adanya dampak rokok bagi kesehatan manusia dan lingkungan maka pemerintah membuat peraturan tentang Kawasan Tanpa Rokok. Implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi implementor terhadap implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala OPD di Kota Banjar sebanyak 29 orang. Tekhnik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling, oleh karena itu jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan disposisi implementor di OPD Kota Banjar belum mencapai nilai maksimal.Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat belum mencapai nilai maksimal. Ada pengaruh disposisi implementor terhadap implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Organisasi Perangkat Daerah Kota Banjar Provinsi Jawa Barat dengan t hitung sebesar 4,369 > t tabel 1,70 dan F hitung 19,092 > F tabel 4,210 serta nilai sig sebesar 0,000 < alpha 0,05. Perlunya sosialisasi pemberlakuan kebijakan KTR yang gencar termasuk penguatan Sumber Daya Manusia penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok.
HUBUNGAN PEMAHAMAN PERAWAT PELAKSANA TENTANG ETIK PROFESI KEPERAWATAN DENGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DIRUANG RAWAT INAP BLUD RSU KOTA BANJAR Nandang Wahyu; Rita Rochaeni
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract